Ai Munawaroh dan Nuryanto Dimutilas Rekan Bisnis Sebelum Nikah Siri

Ai Munawaroh calon istri Nuryanto
Ai Munawaroh calon istri Nuryanto. (Facebook)

POJOKSATU.id, BANDUNG – Janda cantik Ai Munawaroh sempat meminta izin kepada keluarganya untuk menemani calon suaminya, Ujang Nuryanto ke Malaysia.


Ai Munawaroh akan dijadikan sebagai istri kedua Nuryanto setelah kembali dari Malaysia. Keduanya sudah berencana menikah siri. Tapi takdir berkata lain.

Ai Munawaroh dan Nuryanto justru menjadi korban mutilasi di Malaysia. Potongan mayat Ai dan Nuryanto ditemukan polisi Diraja Malaysia di pinggir Sungai Laboh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari 2019.

“Rencananya mau nikah bulan ini. Dia (Ai Munawaroh) izin satu minggu ke Malaysia. Katanya mau temani calon suaminya karena ada urusan bisnis di sana. Setelah kembali langsung menikah,” ucap tetangga Ai Munawaroh, Ugan Saefullah kepada Pojoksatu.id, Rabu (13/2/2019).


BACA: Foto-foto Ai Munawaroh Jadi Sorotan Usai Bos Tekstil Bandung Dimutilasi 

Ugan menambahkan, Ai Munawaroh adalah janda dengan dua anak. Kedua anaknya masih kecil-kecil. Ai menjanda setelah bercerai dengan suaminya.

Dikatakan Ugan, kedua orang tua Ai Munawaroh juga sudah lama cerai. Setelah cerai, ayah Ai Munawaroh tinggal di Bekasi, sementara ibunya tetap tinggal di Kampung Buni Jaya, Jaya, RT 04/RW 11, Desa Jati Sari, Kecamatan Kutawarungin, Kabupaten Bandung.

“Rencananya, bapaknya (ayah Ai Munawaroh) yang di Bekasi akan berangkat ke Malaysia untuk tes DNA,” tandas Ujang.

Ai Munawaroh

Seperti diberitakan sebelumnya, Nuryanto dan Ai Munawaroh dimutilasi rekan bisnisnya di Malaysia. Tubuh korban dimutilasi, lalu dibuang di pinggir Sungai Laboh, Selangor, Malaysia. Potongan tubuh korban ditemukan polisi Diraja Malaysia pada 26 Januari 2019.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku berjumlah dua orang. Keduanya telah ditangkap polisi Diraja Malaysia.

“Dari polisi Diraja Malaysia sudah amankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan,” kata Dedi.

Dedi Prasetyo mengatakan, salah satu korban mutilasi diduga kuat Nuryanto. Hal itu diketahui melalui sidik jari yang ditemukan di lokasi perkara.

“Kebetulan sidik jari yang diketemukan di TKP baru satu tangan. Diidentifikasi tangan tersebut tangan laki-laki. Jadi sangat besar kemungkinan tangan tersebut milik Saudara Nuryanto,” ujarnya.

BACA: Polisi Temukan Potongan Tangan Ai Munawaroh dan Nuryanto di Kantong Kresek 

Rencana Nuryanto menjadi Ai Nuryanto sebagai istri siri ternyata tak diketahui keluarganya. Bahkan, istri Nuryanto, Meli Rahnawati (33) mengaku tidak tahu suaminya ke Malaysia bersama seorang wanita yang ternyata calon istri keduanya.

Sepengetahuan Meli, suaminya pergi ke Malaysia seorang diri untuk menagih hasil penjualan kain dari rekan bisnisnya sebesar Rp 7 miliar.

Nuryanto pergi ke Malaysia pada 17 Januari 2019. Sabtu, tanggal 19 dan 21 Januari, Nuryanto masih menelepon keluarganya di Bandung. Namun keluarga mulai hilang kontak sejak 22 Januari 2019.

Ai Munawaroh

Tanggal 23 Januari, Meli dan anaknya terus berusaha menghubungi telepon Nuryanto. Namun tidak aktif. Keluarga Nuryanto lantas menghubungi pihak maskapai penerbangan Air Asia.

Dari catatan maskapai Air Asia, Nuryanto seharusnya pulang pada 23 Januari 2019. Namun, pada 22 Januari 2019, nomor ponselnya tidak aktif.

BACA: Pengusaha Tekstil Bandung Dimutilasi Bersama Teman Wanitanya, 3 Kali Pindah Hotel

Dari data maskapai, Nuryanto pergi bersama Ai Munawaroh tanggal 17 Januari dan harusnya kembali pada 23 Januari. Tiket pesawat kepulangan tidak dipakai.

Meli Rahmawati yang ditemui di kediamannya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung menjelaskan, suaminya berangkat ke Malaysia dua hari sebelum ulang tahun ke-37.

“Berangkat tanggal 17, suami saya ulang tahun tanggal 19 Januari, saya sempat SMS dan WhatsApp mengucapkan selamat ulang tahun,” jelas Meli, Rabu (13/2).

Meli menjelaskan bahwa keberangkatan ke Malaysia untuk urusan bisnis. Suaminya menjalankan bisnis di Malaysia selama satu tahun terakhir.

“Sudah satu tahun terakhir ini, biasanya seminggu di Malaysia, lalu pulang lagi,” pungkas Meli.

(one/arf/pojoksatu)