Prihatin Kasus Tewasnya Taruna ATKP Makassar, Komisi X Desak Perubahan Mendasar Sekolah Dinas

rekonstruksi ATKP Makassar
Almarhum taruna ATKP Makassar Aldama Putra yang tewas setelah dianiaya seniornya di kampus. Foto Facebook

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Peristiwa penganiayaan yang berujung tewasnya Aldama Putra Pongkalan, taruna Akademi Tekni Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (3/2/2019) lalu, mendapat perhatian Komisi X DPR.


Aldama meregang nyawa setelah dianiaya seniornya. Hasil pemeriksaan pelaku menganiaya karena pelanggaran tidak pakai helm.

BACA JUGA: Kronologi Joni Bantai Selingkuhan Istri Hingga Mayatnya Dipikul ke Kantor Polisi

“Kami menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam. Peristiwa ini harus menjadi peristiwa terakhir, harus ada langkah nyata untuk menghentikan praktik kekerasan di lingkungan sekolah kedinasan,” ujar Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati kepada redaksi, Jumat (8/2).

Reni menyatakan, tewasnya Aldama menambah daftar kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah kedinasan di Indonesia.


Catatan dia, pada awal tahun 2017 terjadi kekerasan yang menyebabkan kematian di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda Jakarta Utara. Sebelumnya, di tahun 2008 dan 2014 juga di STIP.

Tahun 2013, kejadian serupa menimpa seorang taruna di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri/STPDN (sekarang berganti IPDN).

BACA JUGA: Butuh Modal Nikah, Sepasang Kekasih Bisnis Sabu

“Kekerasan di sekolah kedinasan yang terus berulang, ini harus dihentikan dengan membuat langkah-langlah fundamental,” tegas Reni.

Anggota Fraksi PPP DPR ini menilai hubungan antara senior dan yunior di sekolah kedinasaan cukup kuat.

Pihak senior merasa lebih dominan dibanding yunior. Akibatnya, tindak kekerasan kerap dilakukan oleh senior kepada yuniornya.