Kata Jokowi, Ada Tetangga tak Saling Sapa Gara-gara Pilpres 2019

Presiden Indonesia, Joko Widodo menyampaikan sambutan di acara pembagian surat keputusan sertifikat perhutanan sosial, di Wana Wisata Poklan, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019). (guruh/pojoksatu), pilpres 2019, jokowi, sertifikat, cianjur
Presiden Indonesia, Joko Widodo menyampaikan sambutan di acara pembagian surat keputusan sertifikat perhutanan sosial, di Wana Wisata Poklan, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019). (guruh/pojoksatu)

POJOKSATU.ID, CIANJUR – Presiden Joko Widodo tidak ingin Pemilu 2019 terutama pemilihan presiden berdampak pada rusaknya kerukunan antar warga. Ia berharap pilpres 2019, laiknya pemilihan gubernur, bupati/walikota dianggap biasa saja dan tak harus menimbulkan perpecahan.

Demikian disampaikan Jokowi saat sambutan di acara pembagian surat keputusan sertifikat perhutanan sosial, di Wana Wisata Poklan, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

BACA JUGA: Jokowi Minta Masyarakat Waspadai Hoax: Kalau Kata Cak Lontong Itu, Mikir…

“Karena pemilihan gubernur tidak saling ngomong, tidak saling sapa sama tetangga. Ada itu, bener gak. Karena pemilihan presiden, satu majelis taklim tidak saling bicara, ada itu,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, persatuan dan kerukunan adalah warisan para pendahulu yang harus dijaga. Jangan sampai rusak hanya karena pesta demokrasi.


“Kita ini bangsa yang besar dengan beragam suku, agama dan ras. Saya titip, aset terbesar bangsa kita adalah persatuan dan kerukunan, inilah yang harus dijaga,” katanya.

https://www.youtube.com/watch?v=J2r1XjPF0sI&feature=youtu.be

Dalam kesempatan itu Jokowi juga mengingatkan masyarakat agar waspada penyebaran hoax dan fitnah oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab jelang Pilpres 2019.

BACA JUGA: Bagikan Sertifikat di Cianjur, Jokowi: Saya Gak Marah, Saya Ngomong Ini, Ngomong

Menurutnya, saat-saat ini menjadi momen yang banyak sekali berita hoax dan fitnah diproduksi dan disebarkan.

“Jangan dengerin yang namanya fitnah-fitnah. Sekarang ini fitnah dimana-mana. Apalagi sudah masuk tahun politik seperti ini,” tegasnya.