Wagub Jabar Ingin Pemerintah dan Kepala Sekolah Nyambung Seperti “Besi Sembrani”

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan Sambutan dalam Acara Penguatan Manajerial Kepala Sekolah sekaligus Silaturahmi bersama Kepala SMA/ SMK/ SMALB Negeri dan Swasta se- Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, di Aula SMA Negeri 2 Kab. Ciamis, Kamis (7/2/19).
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan Sambutan dalam Acara Penguatan Manajerial Kepala Sekolah sekaligus Silaturahmi bersama Kepala SMA/ SMK/ SMALB Negeri dan Swasta se- Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, di Aula SMA Negeri 2 Kab. Ciamis, Kamis (7/2/19).

“Pada tingkat pendidikan SMK dan SMA ada tenaga kerja yang tidak terserap,” ungkap Uu.

Maka itu, lanjut Uu, para insan pendidikan, khususnya Kepala Sekolah sebagai pemimpin, bisa membangun relasi dengan berbagai pihak demi majunya sekolah, yang menunjang kemajuan bagi para lulusannya.

Kepala sekolah bisa menggelar kerja sama dengan perguruan tinggi misalnya, supaya lulusan yang berminat melanjutkan ke jenjang Sarjana, bisa mendapatkan jalur- jalur tertentu agar diterima kuliah.

Contoh lain, Kepala Sekolah bisa membangun relasi dengan para pengusaha, supaya lulusan yang hendak terjun ke dunia kerja bisa terserap sebagai tenaga kerja.


“Bangun relasi, bergaullah dengan siapapun, silaturahim membuka rezeki seluas- luasnya. Bergaullah dengan pengusaha, perguruan tinggi, pejabat, politikus, ajengan, dengan siapa saja yang bisa membawa kemajuan dunia pendidikan kita,” kata Uu.

“Sehingga orang tua sudah habis- habisan jual kerbau, jual sawah, jual tanah untuk anak sekolah, ada kebermanfaatannya,” sambung Dia.

Uu pun menyinggung soal pendidikan karakter. Salah satunya katanya, dengan dicanangkannya Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) yang akan mulai diterapkan di SMA/ SMK Jawa Barat pada tahun ajaran baru 2019.

“Pemprov Jabar terus mematangkan persiapan terkait teknis pelaksanaannya,” ujar Uu.

Materi yang diberikan dalam program AMS tidak terpaku pada ceramah keagamaan, tetapi kurikulum yang mirip seperti diterapkan di pesantren.

(*/dia/pojoksatu)