Wagub Jabar Ingin Pemerintah dan Kepala Sekolah Nyambung Seperti “Besi Sembrani”

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan Sambutan dalam Acara Penguatan Manajerial Kepala Sekolah sekaligus Silaturahmi bersama Kepala SMA/ SMK/ SMALB Negeri dan Swasta se- Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, di Aula SMA Negeri 2 Kab. Ciamis, Kamis (7/2/19).
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan Sambutan dalam Acara Penguatan Manajerial Kepala Sekolah sekaligus Silaturahmi bersama Kepala SMA/ SMK/ SMALB Negeri dan Swasta se- Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, di Aula SMA Negeri 2 Kab. Ciamis, Kamis (7/2/19).

POJOKSATU.id, Ciamis – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memberikan Sambutan dalam Acara Penguatan Manajerial Kepala Sekolah sekaligus Silaturahmi bersama Kepala SMA/ SMK/ SMALB Negeri dan Swasta se- Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, di Aula SMA Negeri 2 Kab. Ciamis, Kamis (7/2/19).


Pertemuan ini, kata Wagub Uu, adalah demi terbangunnya koordinasi yang kokoh antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dengan para insan pendidikan. Mulai dari para Kepala Sekolah, para Guru, hingga para murid.

“Kita harus nyambung, seperti besi bertemu “Sembrani” (magnet), nempel, meski terhalang apapun tetap ada daya tarik antara besi dan sembrani,” kata Uu.

Ini diharuskan, kata Uu, agar program yang diusung Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dapat sinergis dengan yang dilaksanakan pihak sekolah. Sebab para insan pendidikan adalah mitra kerja Pemerintah dalam memajukan Jawa Barat di sektor pembangunan manusia ini.


Selanjutnya Wagub Uu mengungkap, fakta di lapangan yang dirinya dapatkan, bahwa lulusan di tingkat sekolah menengah atas, adalah penyumbang pengangguran terbesar.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) misalnya, mencatat jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang, atau naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017. Rinciannya, sebanyak 124,01 juta orang adalah penduduk bekerja, sedangkan 7 juta orang menganggur.

Dilihat dari tingkat pendidikan pada Agustus 2018, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2018 untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi dibanding tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24 persen. TPT tertinggi berikutnya, terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,95 persen.