Dua Bulan Jelang Pilpres, Hasil Survei Jokowi-Ma’ruf Masih Unggul 20 Persen

debat kedua, debat capres, pilpres 2019
Jokowi dan Prabowo. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali melakukan survei Pilpres 2019 pada Januari lalu. Hasilnya dirilis, Kamis (7/2/2019) di mana pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin masih unggul 20 persen lebih atas Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dari hasil survei terbaru LSI Denny JA, dua bulan lebih jelang Pilpres 2019, diketahui paslon nomor urut 01 memiliki elektabilitas 54,8 persen. Sementara paslon nomor urut 02 sebesar 31,0 persen.

BACA JUGA: Mucikari Gunakan Foto Della Perez, Tawarkan ke Pria Hidung Belang Rp30 Juta

Peneliti dari LSI Denny JA, Adjie Al Faraby mengatakan dari survei pilpres terbaru yang dilakukan lembaganya, tidak ada perubahan yang signifikan dalam persentase elektabilitas kedua paslon, dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Namun demikian ada beberapa kantong yang menjadi defisit bagi kedua pasangan kandidat.


“Sejak pendaftaran bulan Agustus, elektabilitas kedua pasangan calon bergerak fluktuatif namun tidak signifikan baik peningkatan atau penurunan,” kata Adjie di Graha Rajawali, Jakarta Timur, Kamis (7/2/2019).

BACA JUGA: Polres Bandung Sita Ganja 12 Kilo yang Dikendalikan dari dalam Lapas

Lebih jauh dijelaskan, setidaknya ada enam kantong yang mengalami perubahan persentase elektabilitas kedua paslon. Aantara lain kelompok pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih dengan penapatan menengah ke bawah, pemilih perempuan, pemilih terpelajar dan pemilih milenial.

Khusus untuk pemilih terpelajar yang populasinya mencapai 11,5 persen, ternyata pasangan Prabowo-Sandi unggul sekitar 6,5 persen. Paslon nomor urut 02 itu dipilih 44,2 pemilih terpelajar, sementara Jokowi-Ma’ruf dipilih 37,7 persen responden.

Survei pilpres 2019 ini dilakukan LSI Denny JA pada 18-25 Januari dengan melibatkan 1.200 responden di 34 Provinsi di Indonesia.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan persentase margin error lebih 2,8 persen.

(fat/pojoksatu)