Rekrutmen PPPK Bikin Honorer K2 Saling Cemburu, Ini Alasannya

formasi pppk, pendaftaran pppk, silatnas honorer k2
Ilustrasi Guru honorer.

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Sejumlah kebijakan pemerintah di era Joko Widodo dinilai telah membuat honorer K2 (kategori dua) terkotak-kotak. Mereka saling cemburu. Hal itu dimulai saat rekrutmen CPNS 2018.


Honorer K2 yang bisa ikut tes dibatasi usia 35 tahun dan hanya untuk formasi tertentu (guru, penyuluh, dan tenaga kesehatan).

BACA JUGA : Mbah Moen Sebenarnya Dukung Jokowi atau Prabowo? Putranya Bilang Begini

Honorer yang usia di atas syarat itu, tentu saja merasa didiskriminasi padahal dari sisi pengabdian mereka jauh lebih lama dan pengalaman.

Lalu kini ada rekrutmen PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap pertama. Walaupun umur tidak dibatasi, tapi formasi masih dibatasi pada tenaga pendidik, kesehatan, dan penyuluh.


Dengan kebijakan ini, giliran honorer tenaga teknis lainnya yang merasa dikucilkan.

BACA JUGA : Bunuh Teman Facebook Istri, Joni Pikul Mayat Korban ke Kantor Polisi

“Ini kebijakan yang sangat tidak manusiawi. Honorer K2 kini jadi terkotak-kotak. Sesama honorer jadi saling cemburu,” kata Ketua Umum Forum Hononer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih dikutip Pojoksatu.id dari JPNN, Kamis (7/2/2019).

Mestinya, lanjut Titi, pemerintah memberikan ruang bagi tenaga teknis lainnya untuk ikut seleksi PPPK. Mereka adalah honorer K2 yang punya hak sama karena mengabdi di bawah 2005 hingga sekarang.