Laporkan Jokowi ke Bawaslu soal Propaganda Rusia, Bukti Kubu Prabowo-Sandi Panik

imlek nasional, tahun baru imlek, perayaan imlek nasional
Presiden Jokowi

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Joko Widodo yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atas pernyataannya bahwa ada tim sukses yang menggunakan teknik propaganda Rusia dianggap bentuk kepanikan kubu paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.


Begitu pandangan Direktur Bidang Advokasi dan Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ade Irfan Pulungan dikutip Pojoksatu.id dari RMOL, Kamis (7/2/2019).

BACA JUGA : Mbah Moen Sebenarnya Dukung Jokowi atau Prabowo? Putranya Bilang Begini

Ade Irfan menjelaskan, mereka panik lantaran takut kedoknya terbongkar dan dibuka kembali.

“Misalnya, kasus pengeroyokan Ratna Sarumpaet, hoax surat suara tujuh kontainer, kasus mobilnya Neno Warisman yang katanya dibakar ternyata konsleting,” ujarnya.


Strategi semburan hoax atau firehose of falsehood seperti yang dikatakan oleh Jokowi, sudah kerap digunakan dibeberapa negara termasuk salah satu strategi yang dipakai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Itu adalah metode yang dikembangkan oleh konsultan asal Rusia,” kata Ade Irfan.

BACA JUGA : Penahanan Ahmad Dhani Mau Dipindahkan: Ini Bukan Hukum, tapi Kekuasaan

Dia memastikan bahwa apa yang disampaikan oleh Jokowi kepada publik sudah pasti memiliki informasi dan data yang akurat.

“Pasti pak Jokowi punya data dan nggak asal ngomong,” pungkas Ade Irfan.

Sementara itu Ketua Program Studi Hubungan Internasional UIN Jakarta Ahmad Alfajri menilai penggunaan istilah propaganda Rusia tidak tepat untuk konteks Pilpres 2019.