5 Bule Ditangkap di Vila, Diduga Pelaku Skimming ATM

Skimming ATM
Skimming ATM

POJOKSATU.id, BALI – Sebanyak 5 bule ditangkap di sebuah vila di Bali. Lima warga negara asing (WNA) tersebut diamankan karena diduga terlibat tindak pidana skimming ATM.


Mereka digerebek oleh anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali di sebuah vila di kawasan Pecatu, Kuta Selatan, Badung.

Dari penggerebekan itu, dua orang pelaku berhasil kabur dan kini masih dalam tahap pengejaran aparat kepolisian.

Menurut informasi, penggerebekan itu berdasar informasi masyarakat bahwa rutinitas mereka selama beberapa pelan tinggal di vila sangat mencurigakan.


Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali sempat melakukan pengintaian. Dari sana diketahui aktivitasnya mengarah ke aksi skimming.

“Ya mereka setiap keluar dari vila pasti melakukan pemantauan di sejumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Karena itu dilakukan penggerebekan,” beber warga di lokasi kejadian kemarin.

Para pelaku sempat merasa lagi diintai sehingga saat digerebek mereka berusaha melarikan diri. Saat digerebek, polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan.

“Kami ketakutan ketika mendengar suara tembakan,” kata Aldi, yang juga bekerja sebagai satpam ini.

“Kata polisi yang ikut menggerebek semalam, mereka mengamankan kurang lebih 5 orang WNA, dan 2 orang berhasil kabur, sementara dikejar,” bebernya.

Setelah diamankan, para bule yang diamankan itu diborgol dan di masukan ke mobil. Selain bule, sejumlah barang juga dibawa dari bila yang ditempati para pelaku dimasukkan ke koper.

Sementara sumber di lingkungan Polda Bali, Selasa (5/2) menyatakan bahwa dari penggerebekan itu sedikitnya lima orang bule diamankan. Mereka telah menyandang status tersangka.

“Mereka diduga berkebangsaan Bulgaria yang melakukan skimming di sejumlah ATM di wilayah Bali. Kerugian mencapai miliaran rupiah,” bisik sumber.

Saat ini polisi masih melakukan pengembangan untuk mencari jaringan mereka. Polisi masih melakukan pengembangan karena diduga kuat kelompok ini adalah sindikat.

Kemungkinan masih adalah pelaku lain termasuk mencari dua pelaku lain yang berhasil kabur. “Kami masih melakukan pengembangan,” tuturnya.

Belum ada keterangan dari kepolisian. Kabidhumas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja belum bisa dikonfirmasi.

Apa Itu Skimming ATM?

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phishing.

Pelaku bisa mendapatkan data nomor kartu kredit atau debit korban menggunakan metode sederhana seperti halnya fotokopi, atau metode yang lebih canggih seperti menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor kartu kredit korban.

Laman Bank Tech menerangkan bahwa teknik pembobolan kartu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada 2009 lalu di ATM Citibank, Woodland Hills, California.

Saat itu, diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM (tempat memasukkan kartu ATM) dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer.

Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic srtripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Sebagai informasi, magnetic stripe adalah garis lebar hitam yang berada dibagian belakang kartu ATM. Fungsinya kurang lebih seperti tape kaset, material Ferromagnetic yang dapat dipakai untuk menyimpan data (suara, gambar, atau bit biner).

Secara teknis, cara kerjanya mirip CD writer pada komputer yang mampu membaca CD berisi data, kemudian menyalinnya ke CD lain yang masih kosong. Dan isinya dapat dipastikan akan sama persis dengan CD aslinya.

Alat skimmer diketahui dapat dibeli pasar-pasar gelap yang hanya diketahui oleh kalangan terbatas dengan banderol mulai dari US$ 500. Malah tak sedikit pula para pelaku yang sudah ahli dapat memproduksinya sendiri dengan mudah.

Melalui alat skimmer para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong.

Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, di mana pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya. Atau bila pelaku sudah menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari mana pun. Umumnya data dikirimkan via SMS.

(rb/dre/mus/jpr/pojoksatu)