Ketua TKD Paslon 01 Jawa Barat Tidak Setuju Rocky Gerung Dipolisikan

Ketua TKD Jokowi-Amin Jabar yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi.
Ketua TKD Jokowi-Amin Jabar yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi.

POJOKSATU.ID, BANDUNG – Meski Rocky Gerung kerap mengkritisi Presiden Jokowi, namun buah pikirannya tetap diapresiasi. Makanya, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat untuk Jokowi-Maruf Amin, Dedi Mulyadi mengaku tidak sepakat RG dilaporkan ke polisi.

Mantan Bupati Purwakarta itu meminta semua kalangan menghentikan budaya lapor-melapor karena perbedaan gagasan pemikiran yang bersifat intelektual atau akademis.

BACA JUGA : Strees dengan Kasus yang Dialami, Vanessa Angel Kena Maag Akut, dan Dirawat

Terkait pernyataan Rocky Gerung yang menyebut kitab suci adalah fiksi, dinilai Dedi sebagai pemikiran intelektual dan akademis. Sehingga tidak semestinya pengamat politik dan filsuf itu diadukan ke polisi dengan dugaan penistaan agama.

“Bagi saya, saya tidak menyepakati siapa pun, baik dari kubu 01 atau 02 memidanakan gagasan atau pikiran akademis. Gagasan pemikiran akademis bukan ujaran kebencian,” ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari RMOL Jabar, Kamis (31/1/2019).


Budaya lapor melapor atas ide atau gagasan harus dihentikan. Sebab kriminalisasi ide atau gagasan hanya akan membangkrutkan khasanah intelektual.

BACA JUGA : Ahmad Dhani dan Rocky Gerung Pintu Masuk Kejatuhan Jokowi, Siasat Ini Mematikan

“Apakah kepada Pak Rocky Gerung atau siapa saja. Tolong hentikan kriminalisasi gagasan atau intelektual. Itu hanya akan membangkrutkan khasanah intelektual,” ujar Budayawan Jawa Barat itu.

Dedi juga meminta semua pihak menghormati kebebasan berpikir. Jika ada yang tidak sepakat dengan gagasan dan pikiran itu, lawanlah pula dengan ide dan pikiran.