Rocky Gerung Kesandung Penistaan Agama, PAN Hepi

Sekjen PAN Eddy Soeparno. Foto: Guruh/PojokSatu.id
Sekjen PAN Eddy Soeparno. Foto: Guruh/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku senang dengan rencana pemeriksaan terhadap Rocky Gerung terkait dugaan penistaan agama.

Pria yang disebut-sebut seorang filsuf itu rencananya akan diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, besok Kamis (31/1/2019).

Pemeriksaan tersebut dilakukan atas pelaporan dugaan penistaan agama terkait pernyataannya ‘kitab suci itu fiksi’.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jendral PAN, Eddy Soeparno meyakini bahwa pemeriksaan terhadap Rocky itu akan membawa hal positif bagi Prabowo-Sandi.


“Saya pikir justru berfikir akan berdampak positif terhadap elektoral Prabowo-Sandi,” ujar Eddy dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Rabu (30/1/2019).

Eddy beralasan, basis loyalis Rocky adalah para pemilih dengan kategori rasional dalam Pemilu 2019 ini.

“Penggemar RG yang merupakan pemilih rasional akan mengkaji secara obyektif apakah alasan pemeriksaan RG bermuatan politis atau murni kriminal (oleh penguasa),”
jelasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah bahwa pemeriksaan terhadap Rocky Gerung itu adalah upaya kriminalisasi dan diskriminasi.

Argo menegaskan, seusai dalam surat, pemanggilan Rocky masih seputaran klarifikasi soal ucapannya yang menyebut ‘kitab suci itu fiksi’.

“Perhatikan. Besok itu undangan klarifikasi, undangannya jam 10. Jangan sampai salah tulis ya,” tegas Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Argo berharap, Rocky memenuhi panggilan tersebut. Sebab, keterangan terlapor dirasa sangat dibutuhkan.

“Kita berharap bang Rocky hadir sebagai seorang yang kita hormati, seorang yang cerdas dan terpelajar. Mudah mudah besok datang,” tuturnya.

Ditanya alasan polisi, kenapa penyidik baru sekarang melakukan pemanggilan terhadap Rocky.

Apalagi kasus yang menjerat Rocky itu berkaitan dengan dukungannya terhadap pasangan 02. Argo sendiri enggan bersepekukasi.

“Gak apa- apa toh, kita hubungi, update terus,” ungkapnya.

“Karena kita baru bisa  besok, yawudah yah,” tandas Argo.

Untuk diketahui, ucapan yang dipermasalahkan itu terjadi dalam acara ILC di TvOne yang ditayangkan pada 10 April 2018 lalu.

Ia lantas dipolisikan oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian ke Bareskrim Polri yang kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporan Rocky Gerung dijadwalkan akan diperiksa penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya besok, Kamis (31/1/2019) pukul 10.00 WIB.

Ia dipanggil terkait kasus dugaan penistaan agama dengan dasar ucapannya yang menyebut ‘kitab suci itu fiksi’.

Rocky dipolisikan Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian dengan laporan polisi nomor LP/512/IV/2018/BARESKRIM tertanggal 16 April 2018.

Dalam laporan polisi tersebut, Rocky disangkakan dengan Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Jack menilai pernyataan Rocky Gerung itu adalah sebuah penistaan terhadap agama yang merujuk pada Alquran, kitab Taurat, dan sebagainya.

Maka penyebutan kata ‘fiksi’ itu berarti juga menyinggung soal keberadaan Tuhan dan nabinya.

“Kalau ejaan di KBBI itu sudah jelas, kitab suci itu merujuk pada Alquran, Injil, Taurat, dan lain-lain. Dan fiksi itu rekaan, khayalan,”

“Berarti, kalau di saya sebagai orang Kristen, Nabi Isa itu fiksi, dong. Atau mungkin untuk umat lain, untuk Islam, Muhammad itu fiksi dong,” tutur mantan relawan Ahok ini.

(ruh/pojoksatu)