Sekda Jabar Bantah Terima Uang Banner Pencalonan Bakal Calon Gubernur Jabar

Suap

POJOKSATU.id, BANDUNG- Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menjadi saksi dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta, Senin (28/1).

Dalam persidangan dua pekan lalu, nama Iwa disebut oleh sejumlah saksi kasus suap perizinan meikarta, meminta uang Rp 1 Milliar.

Jaksa KPK, I Wayan menanyakan kepada Iwa Karniwa perihal pertemuan dengan Sekdis PUPR Bekasi.

Sekda Iwa Karniwa, menjelaskan bahwa pertemuan di rest area km 72, saat hendak mengikuti rapat dinas.


“Jadi saya bertemu Neneng Rahmi dan Sekdis PUPR, melalui Waras Wasisto (anggota DPRD Jabar) Pas ketemu, lalu Neneng Rahmi meminta agar dibantu proses rapenda RDTR, lalu saya bilang ini urusan dinas, dikantor saja membahasnya,” papar Iwa diruang sidang dua Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (28/1).

Jaksa KPK lalu menanyakan apakah kenal saudara saksi kenal dengan Neneng Rahmi. “Saya tidak kenal,” jelas Iwa.

Pertanyaan selanjutnya, jaksa menanyakan perihal permintaan biaya banner.

“Setelah pertemuan di rest area, lalu ada pertemuan lagi diruang saya di gedung sate. Lalu setelah pertemuan, pa Waras menyatakan bahwa jika ini berhasil (rdtr-red) akan ada bantuan banner,” jelas Iwa.

Iwa menambahkan, bahwa bantuan banner ini tidak diketahuinya.

“Saya tidak tahu, bahkan tidak menyuruh. Ukuran bannernya berapa, dipasangnya dimana saja saya tidak mengetahui hal itu,” paparnya.

Lalu jaksa KPK menjelaskan BAP saksi Iwa perihal uang banner, dan menanyakan apakah saksi dalam tekanan.

Iwa menjawab, bahwa kesaksian soal banner benar, namun perihal adanya perintah saya pas di BAP itu buru-buru.

“Jadi pas BAP, saya mau dinas ke luar negeri, kalau banner yang pa waras laporkan benar, hanya saja perintahnya bukan dari saya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Sekda Jabar Iwa Karniwa pernah ikut dalam seleksi Bacagub Jabar dari PDIP.

Nama Iwa tak masuk dalam bursa Cagub saat itu. Belakangan, langkah Iwa maju bacagub Jabar diungkit karena diduga menerima uang Rp 1 M dalam kasus suap perizinan proyek meikarta.

(arf/pojoksatu)