Beredar, akan Ada Perang Buntut Bentrokan di Ciawi Kemarin

Kerusuhan Buton
ILUSTRASI

POJOKSATU.id, BOGOR – Beredar kabar, akan ada perang antara kelompok di Ciawi, Bogor. Diduga, kabar bentrokan susulan itu merupakan buntut bentrokan sebelumnya.


Diketahui, sebelumnya terjadi bentrokan antara kelompok warga Ambon dengan warga lainnya di Jalan Raya Gadog Simpang Seuseupan, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/01/2019) malam kemarin.

Dalam kabar yang beredar di media sosial dan gru-grup Whatsapp itu, disebutkan bahwa perang tersebut akan berhadapan antara kelompok warga Ambon dengan LSM Merah Putih.

“Assalamualaikum, rekan grouf pbr, tlong di share ‘ ada info hari ini akan ada perang antara ambon dan lsm merah putih,” demikian bunyi kabar tersebut, Senin (21/1/2019).


Disebutkan pula, bahwa lokasi yang akan dijadikan ‘perang’ itu tak jauh dari lokasi bentrokan sebelumnya.

“Lokasi lampu merah Ciawi Gadog hingga Pasar Ciawi,” lanjut kabar tersebut.

Sementara, bentrok susulan itu diduga merupakan buntut dari bentrokan yang dipicu pengeroyokan terhadap dept collentor.

Dikabarkan pula, sudah ada sejumlah kelompok yang berangkat Ciawi.

“Menurut info sudah siap siap berangkat ke Ciawi kurang lebih 12 mobil, di khawatirkan jadi perang suku,” jelas kabar itu.

“Mhon untuk rekan supaya menghindari lokasi tersebut, semoga bermanfaat,” demikian tutup pernyataan yang beredar itu.

Untuk diketahuui, sebelumnya terjadi bentrokan antar kelompok warga di Jalan Raya Gadog Simpang Seuseupan, Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor pada Sabtu (19/01/2019) malam.

Kejadian terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Meski tidak ada korban meninggal, seorang warga Ciawi, Idrus (56) harus menerima lima jahitan di kepala akibat hantaman pipa besi.

Kejadian bermula pada pukul 18.30 WIB saat seorang warga bernama Pandu merasa diperhatikan sekelompok orang di sekitar lokasi kejadian.

Kemudian dia coba menghindar dan dipanggil oleh salah seorang dari kelompok itu. Merasa ketakutan, Pandu kemudian lari menuju rumahnya.

Pandu pun dikejar oleh dua orang dari kelompok itu. Hal tersebut menimbulkan keributan antara kelompok orang itu dengan warga.

Kemudian, kelompok orang yang mengejar Pandu, memukulkan pipa besi pada kepala Idrus saat coba melerai keributan. Pelaku kemudian melarikan diri.

“Sementara kelompok pelaku yang tertinggal diamankan warga setempat kemudian diserahkan ke Polsek Ciawi,” ujar Ita, salah seorang warga setempat, Minggu (20/01/2019) kemarin.

“Sampai saat ini korban dan para saksi masih dalam pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Ciawi,” tandas Ita.

Muncul dugaan, keributan pada Sabtu malam itu merupakan lanjutan dari keributan antara debt collector dengan warga Desa Bendungan pada Jumat (18/01/2019).

Pasalnya kejadian semalam berada di sekitar lokasi keributan sehari sebelumnya.

Kapolsek Ciawi, Kompol Sahroni menuturkan kejadian pada Jumat sore itu disebabkan karena debt collector sedang membidik kendaraan.

Kemudian, oleh pemuda karang taruna (warga pemuda Bendungan) ditegur karena sering melakukan penarikan kendaraan dan membuat resah warga sekitar.

“Matel itu tidak terima dan terjadi keributan yang menyebabkan dari pihak Ambon Debt Collector mengalami luka dibagian hidung sobek kena lemparan batu, dan korban dirawat di RSUD Ciawi,” ujar Sahroni.

Diketahui korban bernama Irjan Anwari Galela (23) asal Desa Waimangit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku.

Warga yang diwakili Kepala Desa setempat mengganti biaya pengobatan ke korban Rp2 juta.

Warga dan kepala desa juga mempersilahkan debt collector membididk sasaran di Desa Bendungan namun eksekusi di tempat lain karena meresahkan.

“Korban dan warga juga sudah saling memafkan,” katanya.

Dalam bentrok itu sendiri, pihak kepolisian mengamankan 8 orang pelaku. Yakni SE, DL, T, HL, LS, UA, LO dan FS.

Sampai berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian terkait kabar akan adanya perang di Ciawi itu.

(ruh/pojokbogor/pojoksatu)