Hakim Pengadilan Tipikor Bandung Tolak Eksepsi Billy Sindoro

Mejelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung tolak eksepsi Billy Sindoro dalam kasus Meikarta, Rabu (9/1/2019). Foto Arif PojokSatu.id
Mejelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung tolak eksepsi Billy Sindoro dalam kasus Meikarta, Rabu (9/1/2019). Foto Arif PojokSatu.id

POJOKSATU.id, BANDUNG – Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, menolak eksepsi terdakwa kasus suap perizinan Meikarta, Billy Sindoro.


Dengan ditolaknya eksepsi Billy Sindoro, kasus suap perizinan proyek meikarta artinya bisa dilanjutkan.

“Mengadili keberatan (eksepsi) tidak diterima ‎dan pemeriksaan perkara harus dilanjutkan. Serta memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melanjutkan perkara,” kata anggota majelis hakim Tardi, Rabu (9/1).

Adapun pertimbangan majelis hakim, menilai eksespsi yang ajukan oleh terdakwa Billy Sindoro sudah masuk pokok perkara.


Dengan begitu, majelis hakim tidak sependapat jika dakwaan JPU disebut cacat hukum.

Sidang pun dilanjutkan kembali, atas pengajuan eksepsi terdakwa lainnya, Taryudi, dan Henry Jasmen.

Untuk diketahui, pada pokok eksepsi Bily Sindoro menegaskan soal bantahan terhadap semua isi materi dakwaan JPU KPK.

Termasuk bantahan terkait keterlibatan Bily Sindoro dalam penyerahan uang suap ke Bupati Bekasi hingga sejumlah ASN mulai dari level kepala bidang hingga kepala dinas.

Uang itu diserahkan melalui tiga terdakwa lainnya yakni Fitradjadja Purnama, Taryudi, dan Henry Jasmen.

Kasus ini sendiri turut ‘menyeret’ sejumlah nama untuk diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diantaranya adalah mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Dedi Mizwar.

Dedi Mizwar sendiri sudah memenuhi panggilan penyidik KPK terkait proyek Meikarta.

Sementara Ahmaad Heryawan, baru memenuhi panggilan setelah sebelumnya dua kali mangkir.

Hari ini, Rabu (9/1/2019) politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendatangi Gedung Merah Putih, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

(arf/pojoksatu)