Tangani Artis Prostitusi Online, Hot di Awal, Lemes di Perjalanan

artis prostitusi, prostitusi online, prostitusi online artis
Avriellya Shaqqila dan Vanessa Angel usai dilepaskan Polda Jawa Timur, Minggu (6/1/2019)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane angkat bicara soal kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila.


Menurut Neta, penerapan hukum terhadap pelaku kasus prostitusi online kerap tidak membuat jera para pelaku.

“Kasus prostitusi online atau prostitusi yang melibatkan artis, biasanya hanya ramai di awal dan senyap di perjalanan,” ungkap Neta saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin (7/1/2019).

Dengan kondisi yang sedemikian rupa, kasus serupa kembali terulang di kemudian hari.


“Tidak ada efek jera, dan kasusnya selalu berulang,” lanjut Neta.

BACA:

Ssttt…Selain Vanessa Angel, Ada 145 Artis dan Model Bisa Diajak Wik Wik Ah Ah, Siapa saja?

5 Fakta Janggal Penangkapan Vanessa Angel, Jebakan Teman Artis dan Foto Bugil

Neta menilai, dalam hal ini, kepolisian juga tidak tegas dalam menindak bisnis prostitusi online sampai ke akar-akarnya.

“Ini diakibatkan undang-undang atau KHUP tidak tegas terhadap kejahatan prostitusi,” jelasnya.

Pun demikian dengan Undang-undang yang dipakai polisi untuk menjerat para pelaku bisnis lendir fist class ini.

“Begitu juga UU ITE hanya mengcover kejahatan prostitisi dapam bentuk dokumen elektronik,” tutur Neta.

Karena itu, Neta pun mengimbau agar hukum kepolisian jangan tebang pilih.

“Ini peristiwanya terjadi di Jatim dimana Perda DKI tidak berlaku. Kenapa Perda DKI lebih tegas ketimbang KUHP dalam menyikapi prostitusi yang meresahkan masyarakat,” ungkapnya.