Ribuan E-KTP di Duren Sawit Pidana Murni, Yakin?

Ipit Purwanto memperlihatkan e-KTP yang dibuang di Duren Sawit.
Ipit Purwanto memperlihatkan e-KTP yang dibuang di Duren Sawit.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Temuan ribuan keping blanko e-KTP dalam karung beras di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur pekan lalu adalah kasus pindana murni.


Demikian ditegaskan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh.

Zudan menyatakan, kasus tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan Pemilu 2019.

“Saya kira apa yang terjadi tidak ada kaitannya dengan hal-hal kepemiluan dan tidak mengganggu tahapan pemilu,” ujar Zudan di Jakarta, Senin (10/12).


BACA:

Komen Sandiaga Uno soal Habib Bahar Gak Enak Banget, Mabes Polri Balas Begini

Yusril Sarankan Jokowi Maafkan Habib Bahar dan Hapus Kasusnya, Setuju?

Fix, Ahok Bebas 24 Januari 2019, Kok Bisa?

Jangan Diimajinasikan Soeharto Mendukung Prabowo Yah

Zudan juga menyebut kasus penjualan blangko e-KTP secara online ataupun di Pasar Pramuka, Jakarta dan praktik percaloan dalam pengurusan e-KTP masuk kategori tindak pidana murni.

Hanya saja, Zudan mengaku belum bisa menyimpulkan pelaku di balik temuan e-KTP di Pondok Kopi.

“Penyelidikan masih berlangsung. Kami bersama pihak kepolisian sedang menelusuri dari mana sumber KTP elektronik yang dibuang tersebut,” tuturnya.

Terkait kasus tersebut, Kemendagri berjanji akan meningkatkan upaya dalam melindungi e-KTP.

Antara lain dengan memperkuat standar prosedur operasi tentang penanganan e-KTP yang rusak atau tidak lagi terpakai.

BACA:

Ahmad Dhani Minta Dibebaskan, Gak Mau Dipenjara

Imparsial Beberkan Deretan Pelanggaran HAM era Orde Baru Pimpinan Soeharto, Mengerikan!

Komnas HAM Desak Jokowi Usut Pelanggaran HAM Masa Lalu, Prabowo Diseret Lagi

Tantang Semua Parpol Pendukung Jokowi-Ma’ruf, Gerindra Klaim Parpol Paling Transparan

“Kami akan perkuat SOP. Semua blangko yang tidak dipakai termasuk KTP elektronik yang rusak harus dibuat tidak berfungsi dengan cara dipotong,” pungkas Zudan.

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo siap bertanggungjawab jika ada pemilih ganda dalam temuan ribuan keping blanko e-KTP tersebut.

Bahkan, ia menegaskan siap dipecat dari jabatannya jika memang temuan e-KTP terbukti melahirkan pemilih ganda di Pemilu 2019.

Tjahjo menyatakan, ribuan e-KTP yang ditemukan di dalam karung beras itu sudah tidak lagi datanya.

BACA:

Soroti Penegakan HAM Era Jokowi, Kubu Prabowo-Sandi Gak Punya Cermin?

Hasil Survei LSI Membuktikan, Rakyat Makin Puas Kinerja Jokowi, tapi Hukum Bikin Miris

Survei Menunjukkan, Warga Anggap Korupsi Banyak di Pemerintah Pusat

Dukung Jokowi-Ma’ruf, Ketua PAN Langsung Ditendang Partai

Demikian disampaikan Tjahjo di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018).

“Dijamin enggak akan ada (data pemilih ganda). Saya tanggung jawab, saya siap dipecat kalau ada satu nama pun, satu data pun yang tercecer menggangu konsolidasi ini,” kata Tjahjo

Tajhjo memastikan, meski sudah beberapa kali ditemukannya e-KTP yang dibuang di sembarang tempat. Dia memastikan tidak ada daftar pemilih tetap ganda.

“Tidak akan mungkin, karena DPT itu fix by name by adress, terdata dengan rapih. Kalau toh ada yang tidak terdata mungkin dia punya KTP ganda,” ucapnya.

Politikus PDIP ini menyebut, dibuangnya e-KTP kadarluasa itu dilakukan oleh oknum yang diduga orang dalam Kemendagri.

BACA:

Sri Mulyani Diragukan Komisi XI, “Pendapatan Negara Bagus tapi Ekonomi Tidak, Duit Darimana?”

Kantor Dikepung Sambil Diteriaki “Anies, Anda Sama Saja dengan Jokowi Pro Penindasan”

Motif Politik di Balik KTP El yang Tercecer di Duren Sawit, Mencurigakan

Kemendagri Bakal Temui Kabareskrim, KTP El Tercecer Ada Potensi Konspirasi Jelang Pilpres?

Saat ini, pihaknya bersaa kepolisian tengah berupaya mencari siapa pelaku dan motifnya membuang data identitas warga tersebut.

“Sekarang sedang diusut oleh polisi, ini cetakan 201. Kok dibuang sekarang, motifnya apa dibuang sekarang,”

“Pastinya ini ada alasannya, apa dia di perintah atau mengganggu isu ini, kita serahkan ke polisi,” pungkasnya.

(jpg/ruh/pojoksatu)