Pengamat Transportasi: Jadikan Tersangka Pemilik barang Yang Tidak Taat Aturan

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kecelakaan maut terjadi di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, menewaskan empat orang dan tujuh korban lainnya terluka.


Korban kecelakaan ditabrak truk pengangkut beras. Diduga, truk mengalami rem blong sehingga pengemudi tak bisa mengendalikan kendaraan ketika turun jalan layang Kretek, Brebes.

Truk pun berjalan cepat tanpa arah. Kecelakaan beruntun melibatkan 14 mobil pribadi dan 18 sepeda motor pun tak terhindarkan.

Laju truk tronton nahas itu terhenti setelah menabrak belasan sepeda motor dan bagian depan gedung RSU Muhammadiyah Siti Aminah Bumiayu.


Tragedi Bumiayu menambah daftar panjang FO Brexit sejak diresmikan 2017 lalu. Terhitung sudah 40 kali terjadi kecelakaan dengan korban meninggal lebih 45 jiwa dan luka-luka berat sekitar 150 jiwa.

“Terkait kecelakaan di Bumiayu, informasi dari KNKT, menyatakan pekerjaan yang harus dilakukan Kementerian PUPR belum dilaksanakan sesuai rekomendasi KNKT,” kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Selasa (11/12).

“Ada sejumlah FO dibangun akibat solusi Brexit 2016, tetapi malah bawa petaka,” imbuh dia.

Kecelakaan kerap terjadi di perlintasan sebidang. Namun, kini beralih ke jalan raya. Djoko memandang sejauh ini pengguna layanan transportasi hanya menjadi korban.

“Sungguh tragis. Jadikan tersangka pemilik barang dan penyelenggara negara yg tidak taat aturan. Jangan hanya pengemudi yang jadi tumbal setiap kecelakaan,” tandasnya

(rmol/pojoksatu)