Benarkah Jokowi Selamat dari Persoalan HAM? Ini Analisanya

Presiden Joko Widodo
Presiden Jokowi.

 


POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelanggaran HAM merupakan satu torehan tinta merah perjalanan bangsa ini.

Karena itu, kepemimpinan yang merupakan bagian atau ingin mengmbalikkan ke dalam keadaan masa lalu, sangat tidak patut diterima akal sehat maupun peradababan bangsa.

Pernyataan tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, Taufan Hunneman. Taufan mengatakan jika era kelam bangsa harus menjadi pembelajaran.


“Kita saat ini merupakan bangsa yang demokratis. Bangsa yang sedang menuju satu komitmen transparansi, akuntabilitas dan effesiensi,” ujar dia dilansir JawaPos.com, Senin (10/12).

Dia mengatakan, jika ditarik dalam konteks regenerasi kepemimpinan nasional, Pilpres 2019 menjadi penentuan memilih pemimpin yang membawa kemajuan. “Bukan kemunduran,” jelas pria yang berprofesi sebagai advokat itu.

Dalam hal ini, lanjut Taufan, sosok Joko Widodo memenuhi syarat.

“Dia bukan bagian dari masa lalu. Terbukti, kerjanya sekarang membuahkan banyak kemajuan bagi bangsa. Beliau harus diberikan kesempatan 5 tahun lagi untuk menuntaskan pekerjaannya,” pungkas Taufan.

(sta/jpc/pojoksatu)