Pelanggaran APK Ditemukan Merata Hampir di 18 Kecamatan

Bawaslu Gowa
Ilustrasi/Bawaslu

POJOKSATU.id, SIDOARJO – Bawaslu Sidoarjo menuturkan, pihaknya menemukan pelanggaran alat peraga kampanye (APK) merata di hampir 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.


Sebagaimana diketahui, jelang pemilihan, hampir sudut kota pun makin bertaburan APK. Baik APK parpol, calon presiden, maupun calon anggota legislatif (caleg).

Di sejumlah titik, APK terpasang di ruang terbuka hijau (RTH) hingga median jalan.

Misalnya, area bundaran Taman Pinang Indah (TPI). Titik itu menjadi tempat langganan pemasangan APK.


Lokasi kedua, sepanjang Jalan Pahlawan. Ada puluhan spanduk yang dipasang sekenanya saja. Termasuk di taman.

Titik lainnya, median jalan depan dinas sosial (dinsos). Terdapat sebuah baliho yang menempel di tiang reklame. Wajah beberapa sudut kota itu pun tampak semrawut dan kumuh.

Tidak hanya area perkotaan, poster dan baliho caleg terpasang di taman-taman tepi jalan sepanjang Waru-Buduran. Bahkan, ada yang dipaku di pepohonan.

Menanggapi hal ini, Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid menuturkan, pemasangan APK sudah diatur di PKPU Nomor 33 Tahun 2018 dan Perbawaslu Nomor 28 Tahun 2018.

Bahkan, KPU Sidoarjo telah memerinci titik-titik kota yang dilarang dipasangi baliho, poster, dan spanduk. “Sudah ada SK KPU Sidoarjo,” ujarnya, dilansir JPNN.

Dalam aturan tersebut, KPU menyebutkan bahwa lokasi yang dilarang dipasangi APK adalah RTH dan taman. Aset kota tersebut tidak diperkenankan menjadi lokasi kampanye.

Sebab, itu dapat merusak keindahan kota. Di depan sekolah, rumah ibadah, serta perkantoran juga dilarang dipasangi APK. “Fasilitas publik dilarang,” tegasnya.

Haidar mengakui, pelanggaran pemasangan APK tidak hanya ditemukan di wilayah perkotaan, tetapi merata di hampir 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo.

Dia sudah mendapat laporan dari seluruh panwascam. Saat ini Bawaslu masih menginventarisasi titik dan lokasi pelanggaran tersebut.

(aph/c20/hud/jpnn/pojoksatu)