KKB OPM Sebut TNI Serang Pakai Bom Ternyata Omong Kosong, Nol Besar

OPM saat melontarkan tantangan perang
Organisasi Papua Merdeka (OPM)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Klaim kelomok krimnal bersenjata (KKB) yang menyebut TNI-Polri menyerang dengan menggunakan bom patah.


Serangan bom itu diklaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilakukan di Bukit Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Yakni saat TNI-Polri berupaya melakukan evakuasi terhadap korban pembantaian TPNPB-OPM.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi menyampaikan, pihaknya sama sekali tak menggunakan persenjataan berat dalam operasi oleh tim gabungan tersebut.


BACA:

Senjata dari Filipina dan Ambon, Siapa Pendana KKB OPM Sebenarnya?

Senjata Pemberontak Papua Dipasok dari Ambon dan Filipina

Istaka Karya Pastikan Jaminan Santunan Karyawannya Korban Pembantian KKB

Pekerja Korban KKB Tak Dapat Santunan dari BPJS

Istri Korban Pembantian KKB di Papua: Salah Ngomong, Lalu Dieksekusi

“TNI sama sekali tidak menggunakan sarana persenjataan bom atau berkaliber besar,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com (grup PojokSatu.id), Minggu (9/12/2018).

Sampai saat ini, lanjutnya, senjata yang digunakan personil tim gabungan hanyalah senjata infanteri saja.

“Bukan roket ataupun artileri,” lanjutnya.

Aidi menerangkan, penggunaan senjata berat itu malah akan menyulitkan pergerakan tim gabungan TNI-Polri.

Sebab, jika menggunakan senjata jenis tersebut, membutuhkan waktu pergeseran.