OTT KPK di PN Jakarta Selatan Pakai Kode: Bagaimana, jadi Ngopi Nggak?

Hakim PN Jakarta Selatan yang ditangkap dalam OTT KPK R Iswahyu Widodo
Hakim PN Jakarta Selatan yang ditangkap dalam OTT KPK R Iswahyu Widodo

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dari OTT KPK yang digelar di PN Jakarta Selatan, akhirnya ditetapkan lima orang tersangka dari enam orang yang diamankan.


Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan, para tersangka dalam kasus tersebut diketahui menggunakan kode untuk mengelabui lembaga antirasuah.

Kode ‘ngopi’ itu digunakan untuk menyuap hakim PN Jakarta Selatan, R Iswahyu Widodo dan Irwan.

BACA:


Kronologis OTT KPK di PN Jakarta Selatan, Ada yang Tak Biasa

11 Kementerian Mardani Ali Sera kalau Prabowo-Sandi Menang, Ada Kuliner dan Kesalehan

Setelah Gaji Guru Rp20 Juta, Mardani Janji Hapus Sejumlah Kementerian jika Prabowo-Sandi Menang

Beredar Kabar, Usai Gantikan Dahnil Anzar Simanjuntak, Sunanto Gabung Jokowi-Ma’ruf?

“Teridentifikasi kode yang digunakan adalah ‘ngopi’ yang dalam percakapan disampaikan. ‘Bagaimana, jadi ngopi nggak?” bebernya, Kamis (29/11/2018).

‘Ngopi’ dimaksud adalah berkaitan dengan janji pemberian uang dari Arifin melalui Ramadhan selaku perantara.

“MR (Muhammad Ramadhan) itu sudah menyampaikan ke oknum hakim tersebut agar dibantu (pengurusan perkara perdata),” katanya.

BACA:

Dugaan Korupsi Apel dan Kemah Pemuda Islam, Sstt…Muhammadiyah Mau Bicara

PPP Muktamar Jakarta Dukung Prabowo-Sandi, Kader dan Akar Rumput Bangkit

Polemik UMKM dan DNI, Maruarar Sirait Semprot Menteri Anak Buah Jokowi

Jokowi Coret UMKM dari DNI, “Saya Alumni UMKM, Anak Saya Jualan Martabak, Jualan Pisang”

“Kedua hakim itu menanyakan kepada MR, ‘Ayo kapan, jadi ngopi nggak?’ Nah, itu untuk mereka bertemu,” lanjut Alex.

Dalam pertemuan itu, sambung Alex, kedua oknum hakim tersebut juga menanyakan apakah uang yang dijanjikan melalui Ramadhan sudah ada atau belum.

“Dalam pertemuan tersebut kedua hakim menanyakan apakah uangnya sudah ada apa belum? Seperti itu,” ujar Alex lagi.