Jelang Wisuda, Mahasiswa Unair Malah Loncat dari Lantai 9

Mahasiswa Unair Rafif Misbahuddin semasa hidu. (Instagram)
Mahasiswa Unair Rafif Misbahuddin semasa hidu. (Instagram)

POJOKSATU.id, SURABAYA – Mahasiswa Uniar (Universitas Airlangga), Rafif Misbahuddin (22) bunuh diri dengan cara loncat dari parkiran lantai 9 Apartemen The Peak Residence, Tunjungan Plaza 5, Surabaya, Kamis dinihari (29/11).


Warga Jalan Sambi Arum 51 H /10 Surabaya itu terkapar di lantai dasar dengan kondisi berlumuran darah. Ia mengakhir hidupnya dua hari jelang wisuda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tubuh Rafif kali pertama ditemukan oleh sekuriti apartemen sekitar pukul 01.15. Dia tewas tergeletak di parkiran 9D The Peak Residence, Jalan Basuki Rahmad.

Saat ditemukan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga itu pecah. Pihak sekuriti pun segera melaporkan peristiwa itu ke anggota Polsek Tegalsari.


Tak berselang lama, sejumlah anggota polsek dan tim identifikasi dari Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi untuk melakukan identifikasi.

Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo mengatakan, setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Diduga kuat korban tewas karena bunuh diri.

Namun penyebab korban berbuat nekat masih belum diketahui dan dilakukan pemeriksaan. Di lokasi, polisi menemukan dompet, KTP dan karcis parkir yang diduga milik korban.

“Tim masih bekerja dengan mengumpulkan saksi dan hasil rekaman CCTV untuk mengetahui kronologis kejadian,” ungkap Kompol David.

Rafif Misbahuddin, mahasiswa Unair bunuh diri. (Istimewa)
Rafif Misbahuddin, mahasiswa Unair bunuh diri. (Istimewa)

Sementara itu, suasana duka tampak menyelimuti rumah duka di Jalan Sambi Arum 51-H No 10 Sambikerep, Surabaya. Keluarga dan kerabat korban tampak berdatangan melayat.

Sebuah tenda, kursi dan karangan bunga tampak di depan rumah duka. Beberapa teman dan kerabat tampak menemui orangtua korban sambil menyampaikan rasa duka cita.

“Kami sedang berduka atas meninggalnya anak kami,” ungkap Sugeng, ayah korban saat ditemui di rumah duka.

Sugeng mengatakan, dia baru mengetahui anaknya meninggal sekitar pukul 04.00. Setelah itu pihak keluarga langsung mengecek ke kamar mayat RSU Dr Soetomo.

Setelah dipastikan bahwa korban adalah Rafif, keluarga meminta agar langsung dimakamkan tanpa harus proses otopsi. “Dia dimakamkan di makam Dukuh Jelidro,” terangnya.

Sugeng menuturkan, Rafif merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya laki-laki. Sebelum bunuh diri, korban sedang menyiapkan wisudanya dan sudah mengurus proses yudisium. Rafif dijadwalkan akan mengikuti wisuda sarjana pada Sabtu (1/12) lusa.

Sayang saat ditanya mengenai firasat maupun penyebab korban bunuh diri, Sugeng enggan berkomentar. “Tak ada cerita apa-apa,” ungkapnya.

Di mata rekan dan tetangga, Rafif dikenal sebagai pemuda supel dan periang. Ia juga termasuk anak yang humoris dan terbuka dengan teman-temannya. “Anaknya tidak sombong dan suka menyapa,” ungkap Sholehah, tetangga korban.

(sb/yua/jay/jpr/pojoksatu)