Detik-detik Mahasiswa Unair Loncat dari Lantai 9 Jelang Wisuda

Rafif Misbahuddin, mahasiswa Unair bunuh diri. (Istimewa)

POJOKSATU.id, SURABAYA – Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), Rafif Misbahuddin (22) bunuh diri jelang wisuda sarjana yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 1 Desember 2018, lusa.


Rafif bunuh diri dengan cara loncat dari parkiran lantai 9 Apartemen The Peak Residence, Tunjungan Plaza 5, Surabaya, Kamis dinihari (29/11).

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin membeberkan detik-detik Rafif mengakhiri hidupnya.

Zainul mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara sebelum bunuh diri, korban sempat makan di resto siap saji McDonald di Jalan Basuki Rahmat (Basra) sekitar pukul 00.00.


Warga Jalan Sambi Arum 51-H/10 Surabaya itu datang sendiri ke McD dengan mengendarai sepeda motor Yamaha N-Max.

“Kami sudah cek CCTV yang ada di McD, memang ada rekaman korban,” terang Zainul, Kamis (29/11).

Dari rekaman CCTV tersebut juga terungkap bahwa Rafif terlihat gelisah. Sesekali dia tampak bermain handphone (HP). Lalu setengah jam kemudian, dia pergi dari tempat duduknya.

Diduga dia berjalan kaki hingga ke TKP dan langsung naik ke lantai 9 parkiran Apartemen The Peak Residence di Jalan Embong Malang melewati lahan parkir. Sebab jika lewat dalam gedung tak memungkinkan karena ada penjagaan.

“Lalu saat di lantai sembilan itulah, korban melompat hingg jatuh ke bawah,” ungkap Zainul Abidin.

BACA: Jelang Wisuda, Mahasiswa Unair Malah Loncat dari Lantai 9

Di pembatas parkir yang digunakan korban untuk melompat, polisi menemukan beberapa barang milik korban. Yakni kacamata, sepasang sandal, dan jam tangan.

Sementara motor milik korban diketahui tetap diparkir di McD berdasarkan karcis parkir yang ditemukan di saku celana korban.

“Sedangkan identitas korban kami temukan dari KTP yang ada di dalam dompet yang ada di sakunya,” tandasnya.

Meski demikian, Zainul Abidin mengaku belum tahu penyebab pasti kenapa korban bunuh diri.

Mahasiswa Unair Rafif Misbahuddin semasa hidu. (Instagram)
Mahasiswa Unair Rafif Misbahuddin semasa hidu. (Instagram)

Sugeng, ayah korban mengatakan, Rafif adalah anak kedua dari tiga bersaudara, semuanya laki-laki.

Sebelum bunuh diri, korban sedang menyiapkan wisudanya dan sudah mengurus proses yudisium. Rafif dijadwalkan akan mengikuti wisuda sarjana pada Sabtu (1/12) lusa.

Sayang saat ditanya mengenai firasat maupun penyebab korban bunuh diri, Sugeng enggan berkomentar. “Tak ada cerita apa-apa,” ungkapnya.

Di mata rekan dan tetangga, Rafif dikenal sebagai pemuda supel dan periang. Ia juga termasuk anak yang humoris dan terbuka dengan teman-temannya. “Anaknya tidak sombong dan suka menyapa,” ungkap Sholehah, tetangga korban.

(sb/yua/jay/jpr/pojoksatu)