Ingin Punya Destinasi Wisata Kelas Dunia? Penuhi Dulu Syarat Ini..

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya berbicara dalam acara Media Gathering 2018 yang digelar oleh Humas Jabar di Pantai Indah Timur Resort, Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/11/18). (FOTO : Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya berbicara dalam acara Media Gathering 2018 yang digelar oleh Humas Jabar di Pantai Indah Timur Resort, Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/11/18). (FOTO : Humas Pemprov Jabar)

“Namun, Jawa Barat ini kurang dipoles. Lima tahun saya akan poles batu kakik permata (Jawa Barat) itu jadi berkilau,” lanjutnya.

Strategi tersebut diantaranya membagi pariwisata menjadi tiga tipe. Pariwisata Tipe 1, yaitu memperbaiki eksisting destinasi yang kurang maksimal. Pariwisata Tipe 2, membuat destinasi wisata baru di 27 kabupaten/kota.

Untuk hal ini, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil akan menggelontorkan anggaran Rp 30-40 Miliar untuk setiap kabupaten/kota.

Untuk Pariwisata Tipe 3, Pemda Provinsi Jawa Barat akan menyiapkan kluster khusus untuk dijadikan kawasan pariwisata melalui KEK (Kawasan Ekonomi Khusus).


Ada dua KEK yang sudah disiapkan hingga saat ini, yaitu KEK Pangandaran dan KEK Cikidang, Sukabumi.

“Strategi kita adalah meng-goal-kan Pangandaran sebagai KEK di bulan Maret 2019,” tegas Emil.

Pemerintah Pusat telah menetapkan 10 “Bali Baru” sebagai destinasi unggulan nasional. Namun sayang, tidak ada satu pun destinasi asal Jawa Barat masuk dalam daftar tersebut.

Kesepuluh destinasi tersebut, diantaranya: Tanjung Kelayang, Belitung; Danau Toba, Sumatera Utara; Tanjung Lesung, Banten; Kepulauan Seribu, Jakarta; Borobudur, Jawa Tengah; Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur; Mandalika, Nusa Tenggara Barat; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; Wakatobi, Sulawesi Tengggara; dan Morotai, Maluku Utara.

Untuk itu, meskipun destinasi di Jabar tidak masuk daftar 10 “Bali Baru”, Emil mendorong Pemerintah Pusat agar Jawa Barat memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Saya sedih ketika tidak ada destinasi di Jawa Barat yang masuk dalam 10 destinasi itu (Bali Baru). Maka saya dorong agar di Jawa Barat ini ada Kawasan Ekonomi Khusus,” katanya.

(*/dia/pojoksatu)