Istri Dahnil: Suami Saya Gak Ada Urusan dengan Uang Itu, Harusnya Menpora Bertanggung Jawab

Dahnil Anzar Simanjuntak bersama istrinya Heni Novitasari
Dahnil Anzar Simanjuntak bersama istrinya Heni Novitasari

POJOKSATU.id, JAKARTA – Istri Dahnil Anzar Simanjuntak, Heni Novitasari membantah suaminya yang mengembalikan uang Rp2 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.


Menurut Heni, uang itu dikembalikan oleh panitia, bukan pribadi Dahnil. Sebab, dana Apel dan Perkemahan Pemuda Islam Indonesia 2017 itu tidak ada sangkut pautnya dengan Dahnil.

Dikatakan Heni, uang senilai Rp 2 miliar tersebut dari awal masuk ke rekening Pemuda Muhammadiyah, bukan ke rekening Dahnil, suaminya.

“Ya, ke rekening Pemuda Muhammadiyah, bukan ke rekening Dahnil Anzar, Ahmad Fanani dll. Saya ulang ya, masuk ke rekening Pemuda Muhammadiyah. Dan dana Rp 2 miliar itu feur digunakan untuk membiayai saat acara tersebut (Perkemahan Pemuda Islam),” ujar Heni, Sabtu (24/11).


Heni heran, hal itu justru menjadi masalah. Seharusnya, kata dia, Menpora Imam Nahrawi yang muncul dan bertanggung jawab atas dikeluarkannya dana tersebut.

“Harusnya Menpora yang muncul dan bertanggung jawab atas dana yang dikeluarkan. Kenapa Pemuda Muhammadiyah yang disoroti. Toh kapasitas Pemuda Muhammadiyah saat itu diajak dan Pemuda Muhammadiyah telah membantu pemerintah untuk meredam isu-isu (anti-Islam) itu,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Heni, uang Rp 2 miliar tersebut telah dikembalikan panitia kepada pihak Kemenpora.

“Ya, oleh panitia, bukan dikembalikan oleh Dahnil Anzar, karena suami saya nggak ada urusan dengan uang itu,” ujarnya.

Dikatakan Heni, Perkemahan Pemuda Islam Indonesia 2017 itu digelar untuk meredam isu-isu yang berkembang saat itu.

Hal itu diketahui Heni lantaran pernah menemani suaminya, Dahnil saat dipanggil Imam Nahrawi membicarakan ikhwal acara tersebut.

“Isu pemerintahan Pak Jokowi anti Islam, kriminalisasi agama, PKI dan sebagainya,” kata Heni, Sabtu (24/11).

Lantas, kata Heni, atas saran dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan kesepakatan anggota Pemuda Muhammadiyah untuk menerima tawaran penyelenggaraan acara tersebut.

“Ditunjuklah Ahmad Fanani sebagai ketua panitia. Dalam acara itu Menpora diberikan dana 2 M dan GP Anshor 3 M,” ujar Heni.

(lov/rmol/pojoksatu)