37 Adegan Detik-detik Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Haris Simamora usai ditangkap di Garut. Foto ist
Haris Simamora usai ditangkap di Garut. Foto ist

POJOKSATU.id, BEKASI – Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Dalam rekontruksi kali ini, total adegan yang dipragakan pelaku ada 62 adegan.

Kapolres Bekasi Kombes Pol Indarto mengatakan, adegan rekontruksi mulai dari adegan tersangka pura-pura bertamu, membunuh korban, sampai tersangka membuang linggis Kalimalang.

“Semua kejadian pelaku, dari dia datang sampai lari, dia buang linggis sampai dia simpan kendaraan yang dicuri kita reka ulangkan,” kata Indarto di TKP pembunuhan, Bekasi, (21/11).

Menurut Indarto, dari rekontruksi kali ini, semua saksi juga dihadirkan. Para saksi ini melihat pelaku buka pagar sampai kabur membawa mobil korban.


Dari 62 adegan yang diperagakan di enam lokasi, 37 adegan diperagakan di tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Daperum Nainggolan, Jalan Bojong Nangka, RT 002 RW 07, Kelurahan Jati Rahayu, Pondok Melati.

Pelaku Haris Simamora memperagakan saat masuk ke rumah korban sampai pelaku keluar dari rumah dan membawa mobil korban.

“Saksi ada 5 orang yang kita hadirkan, pertama yang liat buka pagar, yang liat mobil melaju kencang,” kata Indarto.

Menurut Indarto, ada 62 adegan yang akan diperagakan oleh tersangka di beberapa lokasi rekonstruksi.

Selain lokasi tempat pelaku menghabisi korban, rekonstruksi juga dilakukan di Kalimalang di wilayah Tegal Danas, Cikarang Pusat. Lokasi ini merupakan tempat pelaku membuang linggis berdarah yang digunakan memukul kepala Daperum dan menusuk leher Maya.

Kemudian rekonstruksi bergeser ke tempat tersangka ngekos di Mangunharja, Cikarang Utara.

Selanjutnya rekonstruksi berlanjut ke Klinik Seruni Husada, tempat korban mengobati luka tangannya.

Lokasi pelaku memarkir mobil korban Nissan X-trail di Mekar Mukti, Cikarang Utara, menjadi lokasi rekonstruksi lanjutan.

Terakhir rekonstruksi dilakukan di Terminal Cikarang, yakni tempat pelaku naik bus untuk pergi ke Garut.

“Total 62, tapi di sini (TKP) ada 37 adegan dari pintu masuk dan keluar tersangka ini lewat pintu ini, kuncinya dibawa pelaku dan hilang,” ungkapnya.

Haris menghabisi Daperum Nainggolan (suami), Maya Ambarita (istri) serta dua anak mereka Sarah Nainggolan dan Arya Nainggolan karena sakit hati dan dendam.

Kejadian bermula saat pelaku datang ke rumah korban untuk meminta bantuan pada Senin (12/11) malam sekitar 21.00 WIB. Saat meminta bantuan, korban malah memarahi tersangka.

Pelaku pun dendam, sakit hati dan merasa terhina, sehingga melakukan pembalasan dengan cara membunuh korban menggunakan linggis.

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku mengambil 4 buah ponsel dan mobil milik korban. Itu dilakukan korban untuk menghilangkan jejak.

Pelaku juga membawa serta barang bukti utama berupa linggis, kemudian dibuang ke kali. Sampai saat ini linggis tersebut belum ditemukan polisi.

Polisi menyebut, pelaku dikenal sebagai anak nakal. Namun dari catatan kepolisian, pembunuhan satu keluarga merupakan tindak pidana pertama yang dilakukan Haris.

(fir/pojoksatu)