Kisah Pilu Pembantaian Satu Keluarga, Janji Tahun Baru di Kampung, Pulang Sudah Jadi Mayat

Haris Simamora
Haris Simamora

POJOKSATU.id, SAMOSIR – Pembantaian satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.

Satu keluarga itu yakni Daperum Nainggolan (suami), Maya Ambarita (istri) serta dua anak mereka Sarah Nainggolan dan Arya Nainggolan dibunuh secara sadis oleh Haris Simamora.

Jenazah satu keluarga tersebut telah dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di kampung halamannya di Hariara Tolu, Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (15/11/18) sekira Pukul 14.00 WIB.

Penutupan peti jenazah dilakukan secara sakramen gereja oleh Pdt. Jhon Petra Simatupang, juga dihadiri jemaat HKBP Resort Pangururan Kota, setelah dilakukan ibadah di depan rumah duka.


Selanjutnya masyarakat dibantu beberapa pemuda mengangkat peti jenazah korban satu per satu ke dalam mobil ambulance. Tangis histeris kembali terdengar mengiringi.

Empat jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi disemayamkan di Gereja Lahai Roi, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (14/11).
Empat jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi disemayamkan.

Berjalan sekitar 15 menit, keluarga dan para pelayat tiba di area pemakaman keluarga. Satu per satu jenazah kembali diturunkan untuk dimasukkan ke dalam satu liang lahat.

“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan,” ucap Pdt. Jhon Petra dalam khotba nya dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu pujian.

BACA: 15 Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi dan Haris Simomora

Nurhayati Hasugian, ibunda Daperum Nainggolan (39) bercerita tentang anaknya yang menjadi korban pembantaian.

Nurhayati bercerita, sudah lima tahun Daperum dan keluarga tidak pulang kampung Samosir. Namun via telefon, sebelum kejadian, anaknya berjanji akan pulang merayakan tahun baru bersama keluarga besarnya di Samosir, bahkan tiket pesawatn sudah dipesan.

“Rencananya tanggal 27 Desember anakku beserta seluruh keluarganya akan pulang liburan. Sebelumnya dia akan mengunjungi keluarga mertuanya di Pekanbaru, tapi sayang semuanya hanya tinggal kenangan,” ujarnya.

Nurhayati mengaku terakhir berkomunikasi dengan Daperum pada sore hari sebelum kejadian naas tersebut.

Nurhayati mengatakan, Daperum adalah sosok yang baik, ramah dan sangat perhatian dengan seluruh keluarga. Nurhayati mengaku, meski bukan ibu kandung korban, namun kasih sayang korban selama ini tak ada beda dengan anak kandungnya.

Daperum merupakan anak ke 12 dari 14 bersaudara dan merupakan anak bungsu dari istri pertama suaminya. Namun perlakuan Daperum sama rata kepada kakak dan kedua adik tirinya.

“Ketika saya menikah dengan bapaknya, saat itu Daperum masih kelas dua SD, saya tau benar karakternya sebab saya yang membesarkan dan merawat dia,” katanya.

Warga memadati lokasi rumah korban pembunuhan satu keluarga Nainggolan di Bekasi.

“Berhubung karena kakak kakaknya di perantauan, saya dan bapaknya juga yang menikahkannya. Daperum benar-benar anak yang berbakti dan menjadi teladan di keluarga kami,” tandas Nurhayati.

BACA: Gak Nyangka, Ini Perlakuan Korban kepada Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, Pantes Dendam Membara 

Pelaku pembunuhan terhadap Devarum dan keluarganya, Haris Simamora telah ditangkap. Haris ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman mati.

“Tindak pidana yang terjadi yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang berkaitan dengan kematian. Pasal yang dikenakan 365 ayat 3, 340, dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat di Mapolda Metro Jaya.

Haris Simamora ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Rabu (14/11). Penangkapan bermula dari pelacakan lewat penemuan mobil Daperum, Nissan X-Trail berwarna silver dengan nopol B-1075-UOG, di rumah kos di Cikarang.

Haris mengaku menggunakan linggis saat membunuh satu keluarga di Bekasi. Dari pengakuannya, linggis yang digunakan itu dibuang ke Kalimalang.

Polisi sempat mencari linggis tersebut pada Kamis (15/11) malam. Namun pencarian ditunda karena cuaca tidak mendukung.

Diperum Nainggolan, Mata Boty Ambarita saat ditemukan bersimbah darah. Foto : Pojokbekasi

Dendam jadi alasan Haris Simamora tega menghabisi nyawa Daperum; istrinya, Maya Ambarita; serta dua anak mereka, Sarah dan Arya.

BACA: Kronologis Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Berdasarkan Pengakuan Haris Simamora 

Polisi menyatakan Haris Simamora pelaku tunggal pembunuhan. Haris tega menghabisi keluarga Daperum Nainggolan karena dendam pernah dihina.

“Sampai dengan saat ini masih baru satu ini yang kita temukan,” utandas Brigjen Wahyu Hadiningrat.

(one/pojoksatu)