Ridwan Kamil Serahkan Penghargaan LPPD Kepada Kota/ Kabupaten/ Kecamatan dan Perangkat Daerah Berprestasi

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, memberi penghargaan terhadap peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) kepada Kota/ Kabupaten/ Kecamatan dan Perangkat Daerah yang berprestasi paling tinggi tingkat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Acara penyerahan penghargaan dilakukan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Selasa (13/11/2018). (FOTO : Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, memberi penghargaan terhadap peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) kepada Kota/ Kabupaten/ Kecamatan dan Perangkat Daerah yang berprestasi paling tinggi tingkat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Acara penyerahan penghargaan dilakukan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Selasa (13/11/2018). (FOTO : Humas Pemprov Jabar)

Untuk kategori kabupaten/ kota diraih oleh, Pemerintah Daerah Kota Bandung, Pemerintah Daerah Kota Bogor, dan Pemeeintah Daerah Kota Sukabumi.

Bersama Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran, Gubernur melakukan penandatangan kesepahaman terkait pengembangan Geopark di Wilayah Jawa Barat.

“Ada enam Kota/ Kabupaten sudah berprestasi, berarti ada 21 Kota/ Kabupaten sisanya yang bagaimana caranya minimal dua tahun semua harus naik level jadi “sangat tinggi”, paling nanti presentasinya yang berbeda. Saya tidak mau ada kota/ kabupaten kategorinya “rendah”,” harap Gubernur Ridwan Kamil.

“Tinggal pakai ATM, Amati, Tiru, Modifikasi,” tambah Emil, panggilan akrabnya.


Gubernur Emil pun mengimbau, supaya Kota/ Kabupaten/ Kecamatan maupun Perangkat Daerah yang belum berhasil meraih prestasi, agar mau berubah.

Emil tak ingin mereka hanya “jalan ditempat.” Bila perlu, diberi peringatan, atau minimal dilaporkan ke masyarakat/ diberitakan.

“Supaya masyarakat mengkritisi, dan memberi upaya untuk bangkit, yang bagus diapresiasi yang kurang diberi suntikan yang memotivasi, jadi ada “reward” dan “punishment”,” kata Emil.

Gubernur mengungkap, bahwa dalam lima tahun kedepan, dirinya ingin betul- betul membuat sebuah “lompatan”. Salah satunya dengan merubah pola pembangunan, yaitu dengan melaksanakan “Birokrasi Dinamis”.