Mangga Gedong & Manggis Optimis Tembus Pasar Jepang

Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Jabar Iwa Karniwa. (FOTO : Humas Pemprov Jabar)
Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Jabar Iwa Karniwa. (FOTO : Humas Pemprov Jabar)

Menurutnya komoditas mangga gedong tersebar di wilayah Indramayu, Sumedang, Majalengka, Kuningan dan Cirebon.

Data 2017 lalu menunjukan dari 6 wilayah ini kapasitasnya mencapai 2,39 juta pohon, luasan 23.959 hektar dan produksi 325.457 ton.

“Kontribusi terbesar Majalengka disusul Indramayu yang produksinya 77.474 ton,” ujarnya.

Menurutnya mangga gedong sangat diminati pasar ekspor Singapura, Oman, Amerika Serikat hingga Jerman. Sementara manggis sendiri dihasilkan oleh 5 sentra produksi di Priangan, dari Tasikmalaya, Bogor, Sukabumi dan Purwakarta.


“Pada 2016 lalu manggis yang diekspor keluar mencapai 473.267 kilogram,” tuturnya.

Dari data yang ada, selain Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi memproduksi manggis cukup besar bagi Jabar mengingat produksinya mencapai 1.911 ton dari 38.122 pohon di lahan seluas 381 hektar.

Dari 5 sentra produksi manggis yang diproduksi menurut Iwa mencapai 42.122. “Sentranya tetap Tasikmalaya,” katanya.

Sampai  saat ini manggis adalah produk ekspor holtikultura terbesar asal Jabar dimana rata-rata, ekspor manggis Jabar sekitar 1 kontainer per bulan.

“Selain manggis, Jabar pun mengekspor buah mangga seperti jenis arum manis serta sayuran,” katanya.

(*/dia/pojoksatu)