Mangga Gedong & Manggis Optimis Tembus Pasar Jepang

Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Jabar Iwa Karniwa. (FOTO : Humas Pemprov Jabar)
Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Jabar Iwa Karniwa. (FOTO : Humas Pemprov Jabar)

Saat ini komoditas tersebut di pasar lokal hanya dihargai Rp7.000-Rp11.000 per kilogram. Jepang menjadi pasar potensial, mengingat buah-buahan ini lebih banyak diterima pasar ekspor China, Hongkong, Belanda hingga Perancis.

“Kita juga tingkatkan pertanian yang berdaya saing sehingga bisa meningkatkan cadangan devisa,” tuturnya.

Iwa mengaku Pemprov Jabar sudah menyiapkan kesediaan lahan dan berapa banyak tanaman gedong dan manggis.

Untuk gedong saat ini tercatat kontribusi terbesar datang dari Majalengka yang mencapai 403.000 pohon, dengan luas lahan 4.033 hektar dan produksi mencapai 325.457 ton per tahun.


“Nilai ekspor mangga gedong baru mencapai US$ 638.136, Jepang masih belum [menerima] untuk mangga,” paparnya.

Sementara produksi manggis paling tinggi berasal dari Tasikmalaya yang memiliki 431.000 pohon dan luasan hingga 4.313 hektar, produksinya hingga 28.693 ton.

Tasikmalaya menurutnya menyumbang 45% produksi manggis Jabar. “Lahan di Tasikmalaya masih sangat luas dan cocok untuk [budidaya] manggis,” katanya.