Petinggi Lippo Kembali Diperiksa KPK

Angkasa Pura II, ott Angkasa Pura II, korupsi Angkasa Pura II
Ilustrasi

POJOKSATU.id – Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami perkara dugaan suap perizinan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah menyebutkan hari ini dilakukan pemanggilan terhadap tujuh orang saksi.

“Ada tujuh saksi yang akan kami periksa yang merupakan unsur di lingkungan Pemkab Bekasi, Pemprov Jawa Barat dan swasta,” ujar Febri dalam keterangannya, Kamis (1/11).

Febri menjelaskan tiga saksi di antaranya adalah PNS, yaitu Dinas BPMTSP Bekasi, Matalih, Kabid PSDA Dinas PUPR Bekasi, Daniel dan Kasi Pemanfaatan Ruang Dinas Bina Marga Jawa Barat, Yani Firman.


Dua saksi lainnya, dikatakan Febri merupakan bagian dari Lippo Group, yaitu Direktur Keuangan Lippo Cikarang, Soni dan Direktur Keuangan Lippo Karawaci, Richard Setiadi.

“Serta dua lainnya adalah ajudan Bupati, Marfuah Affan dan seorang karyawan swasta, Joseph Christoper Mailool,” tukasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menangkap dan menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dugaan suap perizinan Meikarta yang terdiri dari unsur pejabat dan PNS di Bekasi, serta pihak swasta sebagai tersangka.

Mereka adalah Bupati Neneng Hasanah, Kepala Dinas PUPR Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Sahat ‎MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Dewi Tisnawati dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.

Adapun dari pihak swasta adalah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

(jto/rm/pojoksatu)