Kivlan Zein: Anak-anak PKI Bangkit Lagi, Masuk DPR Cabut TAP MPRS

Kivlan Zein
Kivlan Zein

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zein kembali mengingatkan kebangkitan komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Menurut mantan kepala Staf Kostrad itu, PKI sudah masuk ke dalam lembaga wakil rakyat melalui partai-partai politik.

“Anak-anak PKI bangkit lagi situasinya begitu, mereka masuk anggota DPR RI melalui semua partai, ada yang lewat DPD,” ujar Kivlan saat menjadi narasumber diskusi bertajuk Bahaya Komunisme dan Kapitalisme Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10).

Menurut Kivlan Zein, anak-anak PKI itu masuk parlemen dengan tujuan pencabutan TAP MPRS Nomor 25/1966 tentang Pembubaran PKI.


“Kalau mereka sudah ada 400 orang rencananya mereka akan minta dicabut TAP MPRS itu, nah ketika mereka menang nanti tanggal 17 April 2019 langsung itu,” ujar Kivlan.

Karena itu Kivlan mengingatkan agar bangsa Indonesia harus selalu waspada terhadap kemunculan PKI.

Isu kebangkitan PKI mulai ramai diembuskan sejak tahun 2014 lalu. Bahkan, Presiden Jokowi dituduh sebagai antek-antek PKI.

Jokowi telah berulangkali mengklarifikasi tentang tuduhan sebagai anggota PKI. Jokowi menegaskan bahwa dia dan keluarganya bukan bagian dari PKI.

Pada acara penyerahan 10.000 sertifikat tanah untuk rakyat warga Jakarta Utara di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jokowi kembali meluruskan tudingan tersebut.

Jokowi tidak habis pikir isu yang muncul sejak tahun 2014 itu terus digoreng hingga Pilpres 2019.

“Isu-isu sejak saya (pilpres) 2014 sampai sekarang masih ada, Presiden Jokowi itu PKI, coba, astaghfirullah,” tuturnya saat memberi sambutan di acara tersebut, Rabu (17/10).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu kembali menjelaskan bahwa dirinya lahir pada tahun 1961. Sementara PKI dibubarkan di tahun 1965. Itu artinya, Jokowi masih berumur 4 tahun saat PKI dibubarkan.

“Masak ada PKI balita kalau ada fitnah dan hoax seperti itu, kita mikir, logis enggak,” ujar Jokowi.

Dia menilai isu PKI tersebut tidak masuk akal. Sebab secara silsilah, Jokowi lahir dan besar di Solo yang dipenuhi oleh ormas-ormas Islam.

“Orang tuanya, kakek neneknya, orang tua Di solo. Tanya aja di masjid di dekat rumah orang tua saya. NU, Muhammadiyah, Al Irsyad ada di Solo. Ormas-ormas semuanya ada di Solo tanyakan saja gampang banget,” tambah Jokowi.

Karena itu Jokowi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menelan mentah-mentah informasi dan harus mencari klarifikasi atas informasi tersebut.

“Jangan gampang termakan seperti itu,” tutup Jokowi.

(ian/rmol/pojoksatu)