Infrastruktur Jokowi Mantap, tapi Belum Bisa Bikin Aman di Pilpres 2019

Jokowi naik trai
Presiden Jokowi naik Trail menjajal Jalan Trans Papua. Foto Biro Pers Istana

POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggeber pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, utamanya di luar Pulau Jawa yang selama ini belum banyak tersentuh.


Berbekal deretan keberhasilan tersebut, dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi Pilpres 2019 mendatang untuk melanjutkan periode kedua kepemimpinannya.

Pasalnya, masyarakat Indonesia dinilai puas atas kinerja dan prestasi capres petahana itu.

Keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur itu pun diakui Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.


BACA:

Salam Satu Jari, TKN Jokowi-Ma’ruf: Ngacung Satu Jari di Sekolah Bisa Bahaya

Salam Satu Jari Luhut dan Sri Mulyani Sukses Bikin PAN dan Gerindra Berseberangan

Salam Satu Jari Luhut dan Sri Mulyani, Ketum PAN: Kalau Bercanda Jangan Gitu

Menurut dia, dalam kepemimpinannya, Joko Widodo banyak membangun jalan di luar Pulau Jawa.

Selain itu, juga membangun beberapa jalan tol dengan anggaran mencapai Rp12,5 triliun.

Demikian Pangi dalam diskusi bertajuk ‘4 Tahun Jokowi: Catatan Sukses dan Pekerjaan Tersisa’ di Restoran Tjikini Lima, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

“Pembangunan infrastruktur di era Jokowi mendapat nilai positif dan menghasilkan nilai kepuasan publik cukup besar,” ujar Pangi.

Selain itu, lanjut Pangi, Joko Widodo juga dinilai sebagai presiden yang mampu menampilkan citra diri sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat.

BACA:

‘Salam Satu Jari’, Rocky Gerung Pertayakan Logika Berfikir Luhut dan Sri Mulyani

Salam Satu Jari Luhut-Sri Mulyani Untungkan Jokowi-Ma’ruf?

Fadli Zon Yakin Luhut-Sri Mulyani Lakukan Kampanye Terselubung di Forum IMF

Hal itu terbukti dengan blusukan yang selalu dilakukan suami Iriana itu di setiap daerah.

Namun, Pangi memberikan beberapa catatan penting terhadap kinerja yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Salah satunya yakni seperti penyelesaian kasus hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di masa lalu.