Cerita BBM Naik Hebohkan Media Sosial, Eh Ditunda Presiden

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi yang juga capres nomor Urut 01

POJOKSATU.id, JAKARTA– BBM jenis premium yang direncanakan pemerintah naik harga pada Rabu (10/10) sore, telah menghebohkan media sosial, baik Facebook, Instagram, dan group WA dan Twitter. Pada akhirnya Presiden menunda kebijakan ini.


Sebenarnya jika masyarakat jeli, memang telah ada kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), tetapi jenis pertamax. Harga Pertamax Series dan Dex Series serta Biosolar Non PSO mulai Rabu (10/10/2018) pukul 11.00 WIB mengalami kenaikan. Kenaikan ini berlaku di seluruh Indonesia.

Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter.


Kenaikan harga pertamax dan ditundanya kenaikan harga BBM jenis premium telah menghebohkan pengguna media sosial di Indonesia. Masing-masing memberikan komentar, sindiran, dan bahkan meme lucu-lucu terkait BBM ini.

Seperti contoh, Andi Arief, mantan aktivis 98 ini membuat tweet yang menyindir PDI Perjuangan. Andi Arief menyebut merindukan tangisan PDI Perjuangan terkait kenaikan BBM ini. Berikut tweet lengkap Andi Arief yang diunggah pada Rabu (10/10).

“Mana suara PDIP, mana tangisannya. Ini BBM dinaikkan. Kata-kata apa lagi yang akan keluar sebagai janji manis buat rakyat. Untuk apa berkuasa tapi menyusahkan rakyat.
Berikutnya Fadli Zon yang mengubah lirik naik-naik ke puncak gunung menjadi naik-naik BBM tinggi sekali.

Di kalangan masyarakat biasa yang menggunakan Facebook, kenaikan BBM ini juga memancing Facebooker membuat status dan menyebarkan meme. Salah satunya meme, komentar kader PDI Perjuangan pada masa pemerintahan SBY terkait kenaikan harga BBM pada masa itu.

Sebelumnya, sekitar pukul 17.00 WITA, Rabu (10/10), usai menjadi pembicara pada satu acara di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan harga BBM jenis premium. Lalu Presiden Joko Widodo meminta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium ditunda.

“Saya sudah lapor bapak presiden, bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap melaksanakan kenaikan harga BBM hari ini. Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM Premium dan dibahas ulang,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan kepada wartawan di ruang VIP Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (10/10/2018) pukul 17.30 WITA.

Jika terealisasi, maka harga jual premium di wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali) naik menjadi Rp 7.000 per liter dari sebelumnya dari Rp 6.450 per liter. Sedangkan, untuk harga jual premium di luar Jamali naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya Rp 6.400 per liter.

 

(ral/pojoksatu)