Palu Bangkit! Kantor Pemerintah Mulai Buka dan Layani Masyarakat

tsunami palu, gempa palu
Sejumlah warga Kota Palu mengantre untuk mendapatkan susu formula di Jalan Juanda, Minggu (7/10/2018) siang. (medil/pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sepuluh hari usai bencana gempa dan tsunami, Kota Palu mulai bangkit. Kantor pemerintah mulai buka dan akan melayani masyarakat.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kantor pemerintahan di kawasan terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sudah beroperasi mulai hari ini, Senin (8/10/2018). Maka aparat pemerintahan juga sudah mulai melayani masyarakat.

“Situasi terakhir, fungsi pemerintahan mulai hari ini sudah diawaki. Artinya, sudah buka semua,” kata Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Kantor-kantor pemerintahan ini buka seiring kondisi kawasan terdampak bencana yang mulai beranjak membaik. Listrik dan jaringan jalan mulai normal kembali, pasar hingga penjualan BBM juga mulai beroperasi.


“Semua kantor-kantor pemerintahan sudah dibuka, memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata dia.

Pihaknya juga masih terus melakukan pendataan bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan.

Upaya menambah pemenuhan kebutuhan air bersih dan mandi cuci kakus (MCK) juga dilakukan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut membantu dengan mengebor 50 sumur di tempat-tempat pengungsian.

Sesudah 10 hari pascaperistiwa itu, warga Palu pun mulai bangkit, termasuk para aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di sana. Apel hari pertama kerja pascabencana di Kota Palu, Sulawesi Tengah, telah digelar Pemkot Palu, Senin (8/10).

Wali Kota Palu Hidayat menginstruksikan para ASN Pemkot Palu agar turun ke lapangan, mengunjungi posko-posko pengungsian korban bencana. Hal itu untuk memastikan para pengungsi mendapat makanan dan dalam kondisi yang sehat.

Dia menceritakan, Pemkot Palu telah mengalami keterbatasan tenaga saat awal bencana terjadi.

Bahkan, di hari pertama, dirinya bersama Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu dan Sekretarisnya yang langsung bekerja.

“Karena keterbatasan kita untuk meninjau, memastikan itu (bantuan). Dan baru hari ini masuk semua. Dulu hanya saya, pak Pasha, dengan Pak Seko, cuma tiga orang bekerja. Karena korban semua,” ujarnya usai memimpin apel hari pertama kerja pasca bencana di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10).

 

(ral/int/pojoksatu)