Diperkirakan 5.000 Orang Masih Tertimbun Akibat Gempa Palu

Pencarian korbn gempa di perumnas Balaroa, Palu Barat, menggunakan alat berat, Sabtu (6/10/2018) pagi. (medil/pojoksatu)

POJOKSATU.id, JAKARTA– Diperkirakan 5.000 orang masih tertimbun tanah di Balaroa dan Petobo akibat gempa yang terjadi  Jumat (27/9/2018) lalu di Palu, Sulawesi Tengah.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pada saat konferensi pers, Minggu (7/10/2018), hingga saat ini diperkirakan masih ada 5.000 orang yang tertimbun tanah di wilayah Balaroa dan Petobo.

“Jumlah itu menurut informasi yang disampaikan kepala desa. Tapi masih belum terverifikasi,” ujar Sutopo dalam konferensi pers itu.

Menurut Sutopo, ada 1.445 unit rumah di Balaroa. Sementara, jumlah rumah yang rusak di Petobo diperkirakan ada 2.050 unit. Luas wilayah Petobo 180 hektar.


Menurut Sutopo, sebagian besar wilayah Balaroa dan Petobo tertimbun lumpur. Kondisi bangunan di permukaan telah rata dengan tanah.

Balaroa dan Petobo adalah dua wilayah yang terdampak Likuifaksi, di mana kondisi tanah berubah menjadi lumpur. Proses pencarian terus dilakukan dengan bantuan 7 unit alat berat dan eskavator.

“Upaya terus dilakukan. Ditargertkan 11 Oktober sudah selesai. Kalau tidak ditemukan, nanti akan dibahas bersama. Apalagi tanggal 11 itu sudah dua pekan, sehingga sudah dinyatakan hilang,” kata Sutopo.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan target itu sesuai dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan dan diharapkan tidak ada daerah yang terisolir, tidak ada kekurangan bantuan, dan daya dukung masyarakat normal.

“Artinya aktivitas masyarakat kembali normal,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta.

Sutopo menuturkan hingga saat ini seluruh tim gabungan untuk pencarian dan penyelamatan korban terus melakukan proses evakuasi korban.

Ia mengatakan terhitung dari gempa Donggala berkekuatan 7,4 SR pada 28 September lalu, maka masa tanggap darurat menjadi 14 hari hingga 11 Oktober 2018.

BNPB menyebutkan korban gempa dan tsunami Sulteng yang tidak ditemukan setelah 14 hari bencana, maka korban itu dinyatakan hillang.

Tim gabungan masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Fokus pencarian korban kini tertuju pada dua wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Balaroa dan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah.

(ral/kom/int/pojoksatu)