Jenazah Korban Gempa Sulteng Mulai Ganggu Kesehatan Warga, Siap Dikubur Massal, 1000 Lubang Digali

Mall Tatura Palu runtuh akibat gempa
Mall Tatura Palu runtuh akibat gempa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Semua jenazah korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah akan segera dimakamkan secara massal.


Hal ini dilakukan karena jenazah-jenazah, yang kebanyakan sudah berusia tiga hari sejak ditemukan, mulai mengganggu kesehatan masyarakat korban selamat.

Demikian penjelasan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di Kantor BNPB, Jakarta, Senin (1/10).

“Dilakukan (penguburan), Insya Allah pada hari ini di Tempat Pemakaman Umum Poboya, Palu. Menkopolhukam, Panglima TNI, Kepala BNPB telah meninjau TPU Poboya. Sudah digali, disiapkan 1000 lubang (lahat) di sana,” ungkapnya.


Sutopo memastikan pemakaman para korban tewas tetap sesuai dengan peraturan-peraturan keagamaan.

“Artinya dipilah, mana laki-laki dan perempuan, kemudian didoakan. Ini seperti yang kita lakukan pada saat pemakaman massal korban gempa bumi dan tsunami di Aceh (2004),” tuturnya.

“Juga dilakukan pada saat kita menangani erupsi Merapi, korban yang demikian banyak kita makamkan,” tambah Sutopo.

(ald/rmol/pojoksatu)