Tak Perlu Sidang, Pelanggar e-Tilang Bisa Langsung Bayar ke Bank

Dirlantas PMJ Kombes Yusuf membagikan pamflet ujicoba perluasan kawasan pengendalian lalu lintas Ganjil Genap di Pancoran, Senin (2/7/2018)
Dirlantas PMJ Kombes Yusuf membagikan pamflet ujicoba perluasan kawasan pengendalian lalu lintas Ganjil Genap di Pancoran, Senin (2/7/2018)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Meningkatkan kesadaran pengendara, Polda Metro Jaya membuat terobosan dengan penerapan tilang elektronik (e-Tilang).


Hal ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf. Dikatakan, sistem ini akan diuji coba pada Oktober mendatang.

Yusuf menerangkan, sistem ini hanya memanfaatkan kamera CCTV canggih dan screenshot untuk melacak pelanggar.


Sistem penindakan tilang menggunakan teknologi modern ini sudah diterapkan beberapa negara maju di dunia.

Sasarannya pelanggaran marka jalan, melanggar jalur khusus kendaraan (busway), melawan arus, menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan lainnya.

Kedepannya, dengan sistem ini para pelanggar yang terekam e-Tilang tak perlu lagi ribet mengurus sidang atau disita SIM, STNK hingga kendaraan, setelah mendapat pemberitahuan secara langsung atau melalui telepon dan email.

“Data pelanggar langsung terkirim ke Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya. Ada empat petugas TMC yang akan melakukan verifikasi terkait apa pelanggarannya, kemudian diterbitkan bukti tilang dan dikirimkan ke pelanggar,” terang, dilansir JPNN.

Selanjutnya, pelanggar diwajibkan membayar denda ke rekening Bank BRI dengan batas waktu 14 hari.

JIka tidak membayar, akibatnya surat tanda nomor kendaraan (STNK) pelanggar akan diblokir.

“Bayar di bank, kemudian disampaikan ke Polri melalui SMS, WA atau email. Makanya, kami informasikan kepada pemilik mobil untuk mencantumkan alamat email maupun handphone supaya memudahkan. Ke rekening BRI. Langsung rekening negara. Masuk kas negara, bukan kas Lantas Polda,” katanya.

(cuy/jpnn/pojoksatu)