Jangan Kecewa, Pemenang Pilpres 2019 itu Bukan Jokowi, Apalagi Prabowo

Pilpres 2019
Pilpres 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang diyakini bakal jauh lebih semarak dibandingkan dengan Pilpres 2014 silam.

Pasalnya, pemilih golongan putih (golput) atau kelompok masyarakat yang tidak memilih dalam sebuah pemilihan itu diyakini bakal menurun drastis.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/9/2018).

Rupiah Anjlok, Jokowi Kalah Sebelum Bertanding, Indonesia Dipastikan Punya Presiden Baru


Salah satu indikator yang dipakai Karyono adalah hasil Pilkada Serentak 2018 lalu.

“Kalau dilihat kecenderungan pada Pilkada serentak kemarin, angka golput menurun dari Pilkada sebelumnya. Ini juga bisa terjadi di Pilpres 2019 mendatang,” ucap dia.

Pada Pemilu 2014, lanjutnya, angka golput mencapai 30 persen dari jumlah pemilih.

Audit Dana Asian Games 2018! Puluhan Triliun kok Gak Pengaruhi Ekonomi Nasional

Jumlah tersebut, disebutnya terbilang cukup tinggi dalam kontestasi pemilu.

Karyono menilai, golput muncul dipicu lantaran faktor kesengajaan karena tidak ada pilihan yang sesuai.

“Kecuali kalau memang golput karena tidak terdaftar atau tidak memiliki hak pilih itu lain lagi,” terangnya.

Sebegini Parahnya Ekonomi Indonesia, Pemerintah Sudah Tak Punya Kekuatan Apa-apa

Faktor lain, menurut Karyono, tingginya eskalasi menjelang Pemilu 2019 yang terus meningkat.

Yakni dii antara dua capres yang ada saat ini yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto di media sosial.

“Pilpres nanti sepertinya lebih bergairah. Mungkin yang justru diantisipasi dalam Pileg-nya karena bisa tergerus dengan Pilpres,” pungkasnya.

Download aplikasi Pojoksatu.id dan dapatkan hadiah menarik setiap hari

(wid/rmol/pojoksatu)