Resmi Ditahan KPK, Idrus Marham Langsung Ngoceh Soal Partai Golkar

Idrus Marham resmi ditahan KPK, Jumat (31/8/2018)
Idrus Marham resmi ditahan KPK, Jumat (31/8/2018)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Idrus Marham resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1.


Keluar dari gedung lembaga antirasuah sekitar pukul 18.20 WIB dengan mengenakan rompi oranye setelah sebelumnya empat jam diperiksa.

Kepada wartawan, orang dekat Setya Novanto itu mengaku pasrah atas kasus yang menimpa dirinya.


Dirinya juga sudah mengetahui nasibnya setelah ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi di lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu.

Resmi Pakai Rompi Oranye KPK, Idrus Marham Pasrah, Siapa Menyusul?

“Saya tahu setelah jadi saksi. (Kemudian) Saksi jadi tersangka, pasti ada penahanan,” kata Idrus di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018).

Dalam pemeriksaan perdana dirinya sebagai tersangka itu, penyidik masih belum memeriksa detil kasus yang membelitnya itu.

“Ini merupakan pemeriksaan perdana saya sebagai tersangka dan itu biasanya adalah hal-hal umum,” bebernya.

Saat disinggung soal keterlibatan Partai Golkar dalam proyek tersebut, mantan Menteri Sosial itu membantahnya.

Menurutnya, KPK tidak akan mengambil langklah hukum yang tidak sesuai prosedur dan persyaratan yang ada.

“Yang selalu saya sampaikan, KPK punya logika hukum. Jangan kita melihat dalam logika sendiri. Kita harus juga melihat dalam logika hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Idrus telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (24/8), setelah mengirim surat dimulainya perintah penyidikan (SPDP) kepada mantan Sekjen Golkar tersebut.