Fahri Hamzah: Jokowi Orang Solo yang Lugu Tiap Hari Kerja Kok Masih Ada #2019GantiPresiden?

Fahri Hamzah usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/5/2018). Foto: Firdausi/PojokSatu.id
Fahri Hamzah usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/5/2018). Foto: Firdausi/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Untuk menghadapi menguatnya gerakan #2019GantiPresiden yang juga bagian dari aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengedepankan dialog.

Demikian saran yang disampaikan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, lewat pesan singkat, Selasa (28/8).

“Saran saya dalam menyikapi aspirasi masyarakat, pemerintah perlu mengedepankan dialog,” kata Fahri.

Dialog itu, menurutnya, dikenal dalam negara yang berdemokrasi seperti Indonesia beda dalam pemerintahan otoriter, yang tidak mengenal kata dialog dan untuk mencapai tujuan menghalalkan segala cara.


“Karena itu kemudian, apa pun rezim harus menang, apa pun kekuasaan harus langgeng, apa pun versi pemerintah adalah versi yang benar. Kalau di dalam demokrasi tidak. Dalam demokrasi, setiap perbedaan mesti dihadapi dengan dialog,” ujarnya.

Fahri menegaskan ketidaksetujuan kalau #2019GantiPresiden sebagai kampanye dini seperti penilaian sejumlah pihak.

Dia beralasan gerakan itu sesungguhnya sudah dimulai sebelum ditetapkan calon presiden yang hanya dua calon.

“Kalau calonnya hanya dua, artinyakan ganti presien, mengganti Jokowi. Sebenarnya itu kabar baik bagi pak Jokowi. Jangan lupa bahwa aspirasi itu mengirim pesan kepada pak Jokowi bahwa ada gelombang menginginkan dia diganti,” ucapnya.

Fahri pun mengumpamakan jika dirinya di pihak Jokowi, justru sangat bersyukur dengan adanya gerakan tersebut dan dijadikan deteks dini.

Dia pun akan memanggil para penasihat dan orang-orang sekeliling untuk mempertanyakan perihal gerakan tersebut.

“Kalau saya, ada gelombang yang tidak menyukai saya, maka saya akan memanggil orang-orang. Apa ini, kok bisa ada orang yang tidak suka saya? Bukan kah saya orang baik? Orang Solo yang lugu hanya punya keinginan baik terhadap republik ini. Saya kerja setiap hari. Kok ada gelombang seperti ini? Mungkin ada hal yang belum saya mengerti, tolong beri masukan kepada saya,” jelasnya.

(rus/rmol/pojoksatu)