PSI Beberkan Pelanggaran Neno Warisman Diduga Kampanye Prabowo-Sandi

Neno Warisman dalam peluncuran video klip lagu #2019GantiPresiden di Kawasan Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (6/6/2018)
Neno Warisman dalam peluncuran video klip lagu #2019GantiPresiden di Kawasan Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (6/6/2018)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penghadangan terhadap pendakwah Neno Warisman saat akan menghadiri deklarasi gerakan #2019 GantiPresiden di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau oleh aparat keamanan dianggap wajar.

Pasalnya, kata Jurubicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi, Neno melakukan kampanye terselubung sebelum memasuki masa kampanye.

“Jujur saja, sekarang capres tinggal dua. Jangan berpura-pura mengatakan gerakan itu bukan bagian dari berkampanye. Itu memang gerakan kampanye terselubung,” kata kata Dedek dilansir RMOL, Minggu (26/8).

Menurut dia, wajar Polda Riau jika tidak memberi izin kampanye di luar jadwal. Akibatnya, penghadangan yang juga melibatkan beberapa ormas itu dianggap sebagai bentuk ketidaknetralan polisi.


“Tapi beliau masih memaksakan untuk datang, sulit rasanya untuk menyalahkan polisi yang berusaha melindungi Bu Neno dengan cara memulangkannya,” bebernya.

Dia memandang, bukan berarti Neno sebagai warga negara dilarang mengunjungi wilayah NKRI dan melakukan hak politiknya, namun ini hanya masalah waktu yang belum tepat.

“Hukum memang memberikan jaminan untuk Bu Neno menginjakan kaki di manapun di negeri ini, tapi fenomena sosial yang menolak kampanye terselubung itu juga bukan tanpa sebab,” pungkasnya.

(fiq/rmol/pojoksatu)