Demi Neno Warisman Kapolda Riau Harus Mundur, Fadli Zon Ternyata Gak Ngerti Aturan Mutasi Polri

(ki-ka) Kabidkum Polda Riau Kombes Ronny, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dan Kabid Propam Polda Riau Kombes Agus, gelar konferensi pers di Mapolda Riau, Minggu (26/8/2018). Foto JPG
(ki-ka) Kabidkum Polda Riau Kombes Ronny, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dan Kabid Propam Polda Riau Kombes Agus, gelar konferensi pers di Mapolda Riau, Minggu (26/8/2018). Foto JPG

POJOKSATU.id, JAKARTA – Demi Neno Warisman, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Kapolda Riau Brigjen Widodo Eko Prihastopo mundur dari jabatannya.


Tak hanya itu, serangan membabi-buta anak buah Prabowo Subianto itu juga menyebut anak buah Kapolri Jendral Tito Karnavian itu tak becus.

Hal lantaran penghadangan yang kembali dialami aktivis gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman di Pekanbaru, Riau.


Rombongan Ustazah Marah-marah Neno Warisman Dihadang Preman, Endus Keanehan Ini

‘Serangan’ itu koar-koarkan Fadli Zon melalui akun twiter miliknya. Menurutnya, polisi tak becus menjalankan tugas sebagai aparat kemananan.

Sebab, polisi dinilainya membiarkan persekusi dan penghadangan oleh massa terhadap Neno Warisman di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

“Sebaiknya Kapolda Riau dicopot, tdk becus mengurus keamanan bandara n keamanan warga negara (Mb Neno dkk). Membiarkan persekusi,” tulis Fadli Zon di akun Twitternya, @FadliZon, Sabtu (25/8) malam.

PSI Beberkan Pelanggaran Neno Warisman Diduga Kampanye Prabowo-Sandi

Menanggapi itu, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, malah mempertanyakan pernyataan Fadli Zon tersebut.

Ia menegaskan, urusan mutasi, pergantian jabatan, bukanlah urusan dan wewenang tiap personal Polri di seluruh Indonesia.

Demikian ditegaskan Sunarto dalam konferensi pers, di Polda Riau, Minggu (26/8/2018).

PKB: Kenapa Harus #2019GantiPresiden, Kok Nggak #2019PrabowoSandi

“Mundur gimana? Kalau kita jalan, maju. Ya itu, kita disini bekerja. Urusan pergantian, mutasi dan lain sebagainya itu, urusan pimpinan. Kita disini bekerja,” kata Narto.

Narto membeberkan, pada saat kejadian Sabtu kemarin (25/8), pihaknya sudah menurunkan 748 personel gabungan saat kedatangan Neno.

Jumlah personil tersebut terdiri dari Polri, TNI AU dan TNI AD yang khusus ditugaskan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Fadli Zon Dikecam Gara-gara Minta Kapolda Dicopot, “Kebanyakan Main Twitter”