#2019gantipresiden Makin Dilarang, Oposisi Makin Tertawa Riang

Neno Warisman dalam peluncuran video klip lagu #2019GantiPresiden di Kawasan Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (6/6/2018)
Neno Warisman dalam peluncuran video klip lagu #2019GantiPresiden di Kawasan Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (6/6/2018)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Gerakan #2019gantipresiden kembali mendapat sorotan setelah acara deklarasi di Pekanbaru, Riau dan Surabaya gagal digelar.


Di Pekanbaru, Neno Warisman ditolak massa dan tertahan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau pada, Sabtu (25/8).

Neno pun akhirnya terpaksa ‘dipulangkan’ ke Jakarta pada tengah malam.


Ini Bukti #2019gantipresiden Terindikasi Melawan Hukum

Di Surabaya, pun demikian dengan Ahmad Dhani. Caleg DPR RI Partai Gerindra dapil Surabaya-Sidoarjo itu juga urung menggelar deklrasi serupa.

Deklarasi tersebut rencananya digelar di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (26/8/2018) pagi.

Pasalnya, ratusan massa berbagai elemen dan warga Surabaya mengepung Hotel Majapahit tempatnya bersama rombongan menginap.

Deklarasi #2019gantipresiden Ditolak Warga Surabaya, Ahmad Dhani: Saya Marah, Saya Habisi Semua

Aksi yang juga memblokade Jalan Tunjungan itu memaksa Ahmad Dhani tak bisa keluar dari hotel paling bersejarah di Kota Pahlawan tersebut.

Dua pelarangan tersebut, menjadi pelarangan kali kesekian yang terjadi di sejumlah daerah sebelumnya.

Pengamat politik senior, Muhammad AS Hikam menilai, pelarangan tersebut justru bakal menambah tanda pagar dan kampanye negatif Pilpres 2019 mendatang.

Didemo Warga Surabaya Tolak Deklarasi #2019gantipresiden, Ahmad Dhani Sebut Banser Idiot? Ini Videonya

Demikian diungkapkan AS Hikam dalam akun facebook pribadinya Mumammad A S Hikam yang diunggah, Sabtu (25/8) kemarin.

“POLDA Jatim larang Deklarasi tagar GANTI PRESIDEN. Cara ini akan menambah POPULARITAS tagar & kampanye negatif pihak OPOSISI,” tulis AS Hikam.