Pungli SIM, Propam Mabes Polri Periksa Kapolres Kediri, Hasilnya?

Pungli SIM
Pungli SIM

POJOKSATU.id, JAKARTA – Divisi Propam Mabes Polri memeriksa Kapolres Kediri AKBP ER terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Polres Kediri, Jawa Timur.


Kapolres Kediri diduga menikmati uang pungli SIM sebesar Rp40-50 juta per minggu. Mabes Polri menegaskan, AKBP ER akan diberikan sanksi tegas jika terbukti menikmati hasil pungli SIM.

“Akan kita proses dan dalami keterlibatan Kapolres. Kita tidak akan toleransi terhadap kasus pungli,” tegas Kadiv Propam Polri, Brigjen Listyo Sigit Prabowo.

Listyo Sigit menegaskan, kasus yang diduga melibatkan 13 anggota Polres Kediri tersebut akan diproses sampai tuntas. Propam akan mendalami keterlibatakn Kapolres Kediri dalam kasus tersebut.


Listyo mengatakan, Polri bertekad membersihkan institusinya dari oknum-oknum yang bisa merusak citra baik aparat penegak hukum.

Mantan Kapolda Banten ini menuturkan, operasi tangkap tangan (OTT) pungli di Polres Kediri pada Sabtu (18/8) lalu merupakan bagian dari revolusi mental di tubuh Polri.

“Kita ingin organisasi bersih dari oknum-oknum Polri yang bisa merusak citra Polri. Ini merupakan bagian dari revolusi mental yang tengah dilaksanakan untuk memperbaiki institusi Polri,” ujar dia.

Dibeitakan sebelumnya, Mabes Polri bersama Polda Jatim melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Polres Kediri. Dalam OTT tersebut, Polda Jatim mengamankan 13 polisi, 3 PNS, dan 4 calo SIM.

Mereka diamankan terkait dugaan praktik pungli (pungutan liar) di Satpas SIM Polres Kediri. Kasus ini menyeret Kapolres Kediri AKBP ER dan sejumlah orang penting di lingkungan Polres Kediri.

Informasi yang diperoleh, praktik pungli SIM di Polres Kediri sudah berlangsung lama. Setiap pemohon SIM dikenakan biaya di luar PNBP (penerimaan negara bukan pajak) yang bervariasi. Mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 650 ribu setiap orang, tergantung jenis SIM.

Pungli dilakukan oleh oknum anggota Satpas SIM Polres Kediri bekerja sama dengan dengan calo berinisial HA, AL, BU, DW, dan YU.

Setiap hari para calo menyetorkan uang pungutan di luar PNBP kepada PNS berinisial AN yang kemudian dilaporkan kepada Baur Sim Bripka IK.

Setelah direkap setiap minggunya, uang tersebut didistribusikan kepada Kapolres, Kasat Lantas, KRI, Kas dan Baur SIM.

Kapolres Kediri AKBP ER setiap minggunya menerima sekitar Rp40 juta hingga Rp50 juta. Dalam sebulan, Kapolres bisa menerima uang pungli sekitar Rp160 juta hingga Rp20 juta.

Selain Kapolres Kediri, Polres Kediri juga mendapat jatah pungli setiap minggu. Dia menerima uang hasil pungli sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta.

Sedangkan KRI Iptu BA menerima sekitar Rp2–3 juta per minggu, Baur Sim mendapatkan Rp2-3 juta per minggu. Dan untuk anggota Satpas menerima Rp300 ribu setiap hari.

(one/detik/pojoksatu)