Perampok Uang Negara Rp1,3 Triliun Ditangkap di Bali

Deki Bermana (kanan) saat ditangkap di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Sabtu (4/8). (ISTIMEWA)
Deki Bermana (kanan) saat ditangkap di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Sabtu (4/8). Istimewa

POJOKSATU.id, BALI – Pelarian buronan kasus korupsi dan pencucian uang terkait penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal di Batam, Deki Bermana, berakhir di Pelabuhan Benoa, Bali.

Perampok uang Negara itu ditangkap pada Sabtu (4/8) sekitar pukul 12.00. Ia dibekuk oleh tim gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Bali di atas kapal motor atau KM Raka Surya yang hendak sandar.

Seperti dijelaskan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali, Bayu A. Arianto, proses penangkapan Deki didasarkan pada Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2621K/PID.SUS/2015 tanggal 24 Agustus 2016.

Sesuai, putusan tersebut, Deki dinyatakan bersalah karena melakukan korupsi dan pencucian uang dalam penyelundupan BBM ilegal di Batam yang merugikan negara sebesar Rp 1,3 triliun. Dia divonis dengan hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider satu tahun kurungan.


‚ÄúSetelah berkoordinasi dengan Otoritas Pelabuhan Benoa, yang bersangkutan (Deki Bermana) ditangkap di atas kapal Raka Surya yang akan sandar,” jelas Bayu Arianto.

Dia mengatakan, proses penangkapam berjalan lancar. Usai ditangkap, Deki langsung digiring ke kantor Kejaksaan Tinggi Bali untuk diperiksa lebih lanjut sebelum diberangkatkan ke Pekanbaru, Riau, sekitar pukul 14.30.

Dari informasi sementara, sambungnya, Deki sudah bekerja di kapal minyak dengan masa kerja dua tahun dengan jabatan Mualim I dan baru saat ini dia masuk Benoa dari Gresik.

(bx/hai/yes/jpr/pojoksatu)