Relawan Jokowi Geram Perindo Gugat Masa Jabatan Wapres ke MK

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Foto via jpnn
Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Foto via jpnn

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koordinator Nasional Relawan Golkar Jokowi (Gojo) Rizal Mallarangeng menyesalkan upaya Partai Perindo yang mengajukan permohonan uji materi Pasal 169 huruf n UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasalnya, uji materi pasal ini berdekatan dengan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada 4-10 Agustus 2018.

“Jadi kalau kita memang mau mencari kepastian jangan saat momen seperti ini, kita tunggu setelah pemilu. Kan selalu bisa,” ujar Rizal di sebuah kafe di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (24/7).

Ketum PAN Ngaku Gak Tau PAN Ikut Pertemuan Koalisi Keumatan, Aneh apa Aneh?


Apalagi dalam pasal itu,kata Rizal, calon presiden dan calon wakil presiden belum pernah menjabat presiden atau wakil presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

“Jadi kalau momen politik penting seperti pemilu aturan dasarnya jangan diotak-atik. Apalagi sudah amat jelas aturan dasarnya,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengimbau, seharusnya seluruh pihak menjaga kondusivitas selama momentum politik seperti ini.

PAN Dukung Prabowo, Zulkifli Hasan Ketahuan Diam-diam Temui Jokowi, Strategi Bunglon?

Apalagi langkah seperti itu, menurut Rizal, bisa mengganggu upaya Indonesia mengembangkan kualitas demokrasinya.

“Kan hanya boleh dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan. Sesudahnya itu kan terserah mau berturut-turut atau tidak. Makanya dalam Undang-undang Pemilu itu diperjelas,” tuturnya.

Terlebih, lanjut Rizal, kekuasaan yang berlangsung cukup lama akan mengarah pada otoritarianisme.

Hasil Pertemuan Koalisi Keumatan, Cawapres Prabowo Apa Kata Habib Rizieq Shihab

“Kita mengalami zaman Pak Harto (Soeharto) tiap lima tahun dibilang, ‘Pak Negara dan bangsa butuh Bapak’ terus lagi, terus lagi,”

“Karena konstitusinya cuman titik, boleh dipilih 5 tahun setelah itu. Setelah reformasi kita tambah penggalan kalimat, setelahnya bisa dipilih sekali lagi,” katanya.