Fakta Video Mayat Dibonceng Motor Dihentikan Polisi

Polisi Hentikan Motor Bonceng 3, Ternyata Mayat
Polisi hentikan motor bonceng 3, ternyata mayat

POJOKSATU.id, JAMBI – Fakta di balik video mayat dibonceng motor yang dihentikan polisi akhirnya terungkap. Identitas mayat tersebut diketahui bernama H Madek, warga Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.


Madek meninggal dalam perjalanan sepulang menghadiri acara pernikahan keponakannya di Simpang Kiri, Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Jambi.

Madek meninggal dalam perjalanan di ruas Jalan Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai Tanjung Jabung Timur pada Senin (23/7) sekitar pukul 11.00 WIB.

Camat Mendahara Ulu, Sarjuna mengatakan, almarhum tinggal di Simpang Kiri selama tiga minggu untuk menghadiri pernikahan keponakannya.


Madek kemudian meminta diantar pulang ke rumahnya. Madek lantas diantar pulang oleh keponakanya bernama Syarifuddin menggunakan sepeda motor.

Madek tiba di rumah duka diantar mobil patwal
Madek tiba di rumah duka diantar mobil patwal

Setelah melewati Simpang Garuda Kecamatan Sabak Barat, Madek mau kencing, lalu berhenti. Ia menumpang buang air kecil di salah satu rumah warga.

Setelah buang air kecil, perjalanan kembali dilanjutkan. Namun kondisi Madek mendadak drop. Keluarga lantas memutuskan untuk membonceng tiga Madek. Posisi Madek diapit di tengah-tengah.

Hanya beberapa menit setelah melanjutkan perjalanan, Madek menghembuskan napas terakhir di atas sepeda motor. Hal itu membuat panik keponakannya, Syarifuddin.

Madek tiba di rumah duka diantar mobil patwal
Polisi gotong mayat Madek ke dalam rumah duka

Syarifuddin memutuskan untuk balik ke Simpang Kiri. Di tengah perjalanan, motor yang digunakan rusak, sehingga berhenti di tepi jalan.

“Tak lama kemudian mobil patwal polisi lewat, lalu keponakannya minta tolong diantarkan jenazah Madek ke Simpang Kiri. Alhamdulillah dibantu oleh polisi sampai ke rumah duka,” ucap Sarjuna kepada wartawan, Selasa (24/7/2018).

Menurut Sarjuna, alamrhum dimakamkan di TPU Simpang To’o desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Jambi pada Senin (23/7).

(one/pojoksatu)