Dirawat Setelah 1,5 Tahun Tenggelam, Begini Kondisi Nining Sekarang

Nining Sunarsih terbaring lemas. (Radar Sukabumi)
Nining Sunarsih terbaring lemas. (Radar Sukabumi)

POJOKSATU.id, SUKABUMI – Dua hari setelah ditemukan di Pelanuhan Ratu Sukabumi, kondisi Nining Sunarsih (52) belum stabil. Ia masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Warga Kampung Cibunar RT 5 RW 2, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi itu, ditemukan tergelatak di sela-sela batu karang setelah dinyatakan hilang selama 18 bulan atau 1,5 tahun. Nining ditemukan pada Sabtu tengah malam (30/6) pukul 00.00 WIB.

Kini, kondisi Nining masih lemas. Namun matanya sudah mulai terbuka. Kendati demikian, Nining belum bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Alhamdulillah matanya sudah kebuka. Kemarin mah merem wae,” ucap Ella, adik bungsu Nining Sunarsih yang dihubungi pojoksatu.id, Senin (2/7/2018).

Ella menceritakan, kakaknya juga belum bisa makan banyak. Ia berharap kondisi Nining Sunarsih bisa segera membaik dan pulih seperti dahulu.

“Tadi makan roti, cuma sesuap. Kemarin sempat makan bubur, tapi dikit banget,” ucapnya.

Nining Sunarsih terbaring lemas

Nining Sunarsih terbaring lemas. (Istimewa)

Ella mengatakan, camat Kadudampit bersama aparat kepolisian dan tim SAR Kabupaten Sukabumi sudah melihat langsung kondisi Nining di rumah sakit.

Kondisi tubuh Nining saat ini jauh lebih kurus ketimbang sebelum hilang tenggelam 1,5 tahun lalu.

Dikatakan Ella, sejak Nining ditemukan, rumahnya selalu ramai dikunjungi warga. Mereka penasaran ingin melihat langsung kondisi Nining.

“Kemarin di rumah ramai terus. Banyak yang datang. Warga heran karena dia (Nining) muncul setelah dinyatakan tenggelam selama setahun lebih,” imbuh anak bungsu dari tiga bersaudara ini.

Dijelaskan Ella, kakaknya adalah seorang janda. Ia memiliki dua anak. Suaminya telah meninggal dunia jauh sebelum Nining tenggelam pada 8 Januari 2018.

Nining Sunarsih terbaring lemas

Nining Sunarsih terbaring lemas

Sebelumnya diberitakan, penemuan Nining menyisakan cerita mistis yang sulit diterima akal sehat. Awalnya, paman Nining bernama Jejen (68) kerap bermimpi. Dalam mimpinya, Jejen bertemu Nining yang meminta agar segera dijemput di Pelabuhan Ratu.

Keluarga Nining kemudian berangkat ke Pelabuhan Ratu pada Sabtu malam (30/6/2018) untuk melakukan pencarian. Mereka menyebar di lokasi Nining tenggelam 18 bulan lalu.

Akhirnya Nining ditemukan tengah malam pukul 00.00 dalam kondisi basah kuyup penuh pasir. Ia tergeletak di sela-sela batu karang. Nining ditemukan oleh adiknya.

“Tepat pukul 00:00 WIB, bibi saya menemukan ibu (Nining). Saat itu kondisinya seperti awal mula saat hilang dengan pakaian yang sama. Namun, memang kondisi fisiknya lemas sehingga kami memanggil tim medis dari puskesmas,” beber anak bungsu Nining, Wanda (23) pada Minggu, 1 Juni 2018.

Ketua Tim Search And Rescue Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri mengakui penemuan Nining di Pelabuhan Ratu.

Nining Sunarsih terbaring lemas. (Radar Sukabumi)

Nining Sunarsih menjalani perawatan medis. (Radar Sukabumi)

Menurut Okih, berdasarkan keterangan keluarga, pihak keluarga mendatangi tempat kejadian musibah (TKM) karena paman Nining yang bernama Jejen sering bermimpi.

“Katanya dalam mimpi Pak Jejen, Bu Nining minta dijemput di pantai tempat Bu Nining tenggelam,” ucap Okih.

Keluarganya pun datang ke Pantai Citepus Kebon Kalapa, Pelabuhan Ratu dan melakukan penyisiran hingga 500 meter ke arah Barat.

“Kata adiknya, Bu Nining ditemukan dengan kondisi tidur miring. Badannya basah dan penuh pasir tengah malam,” paparnya.

(one/pojoksatu)

Loading...