Dicibir Tolak Sembako Jokowi, Begini Reaksi Ustaz Najib

Pria ngaku ustaz kembalikan Sembako Jokowi
Pria ngaku ustaz kembalikan Sembako Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Video penolakan sembako Jokowi oleh pria yang mengaku Ustaz Najib, membuat heboh jagad maya.


Ustaz Najib mengaku menolak sembako Jokowi lantaran sering dilecehkan pendukung Jokowi dengan sebutan tim pemburu kerkat.

Video tersebut viral di media sosial. Sebagian mendukung langkah Ustaz Najib. Namun tak sedikit pula yang mencela dan mencibir.

Ustadz Najib dianggap tidak selayaknya menolak sembako dari Presiden Jokowi hanya karena kecewa sering dilecehkan pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


Bahkan, tak jarang yang menuding Ustaz Najib sudah berpolitik. Sebab, penolakannya bisa dijadikan sebagai peluru lawan politik untuk menyerang Jokowi dan pendukungnya.

BACA: Ustaz Kembalikan Sembako Jokowi: Kami Bukan Tim Pemburu Berkat 

Menyadari video tersebut viral, Ustaz Najib kembali membuat video. Lewat video tersebut, ia mengaku khilaf dan menyampaikan permohonan maaf kepada Jokowi.

“Saya Ustaz Najib meminta maaf yang sebesar-besarnya, terkhusus kepada Bapak Presiden RI, Bapak Ir H. Joko Widodo, atas berita yang viral hari ini,” ucapnya.

Berikut pernyataan Ustaz Najib usai menolak sembako Jokowi:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya Ustaz Najib meminta maaf yang sebesar-besarnya, terkhusus kepada Bapak Presiden RI, Bapak Ir H. Joko Widodo, atas berita yang viral hari ini, yang mungkin kurang baik didengar oleh Bapak Presiden dan juga seluruh kabinet.

Saya mengucapkan yang sebesar-besarnya permintaan maaf saya, karena tidak ada niat saya mengaitkan hal ini kepada bidang politik apapun juga.

Hal ini hanya mungkin kekhilafan pribadi saya. Sehingga apa yang saya lakukan itu menjadi konsumsi publik.

Timbullah dua persepsi yang positif dan negatif sehingga terpecahlah sebuah berita yang tidak valid. Padahal intinya kita tidak bermasalah kepada pemerintah.

Untuk itu saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya mengucapkan permohonan maaf kepada Bapak Presiden RI, Bapak Ir H Joko Widodo. Mudah-mudahan permintaan maaf ini dapat diterima.

(one/pojoksatu)